Kedai Gado-Gado: Ibu Dan Anak

Halaman

Apakah bunda masih menggunakan suntik KB 3 bulan sekali, atau sudah berhenti menggunakannya? Lalu apa efek samping suntik KB 3 bulan bagi perubahan tubuh bunda. Nah disini saya akan memberikan ulasannya untuk bunda dan mama mengenai semua itu yaitu tentang Suntik KB 3bulan sekali.

6 Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan, Apakah Bahaya Jika Berhenti?

Melakukan suntik KB 3 bulan sekali adalah alat kontrasepsi yang mengandung progestin yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh ovarium. Setelah melakukan suntik kb 3 bulan progestin menimbulkan efek yang dapat menebalkan leher rahim sehingga sperma sulit bergerak menuju ke dalam rahim.

Keuntungan penggunaan suntik KB 3 bulan ini relatif aman saat ibu menyusui dan tidak memberikan efek pada produksi ASI pada ibu, selain itu jika anda ingin berhenti suntik kb 3bulan tak perlu repot cukup bunda menghentikannya saja pemakaian kb pada saat itu juga. Namun yang perlu bunda tau ada beberapa efek suntik kb 3 bulan yang harus diketahui.

Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan

1. Siklus menstruasi

Perubahan pada siklus menstruasi  adalah efek samping yang sering terjadi pada wanita setelah melakukan suntik KB 3 bulan. Suntik KB dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih panjang atau lebih pendek yang kadang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya. Namun bunda jangan khawatir karena efek samping  seperti ini.

2. Kenaikan berat badan

Berat badan akan naik saat menggunakan kb suntik 3 bulan, kenaikan badan bertambah antar 1 sampai 2 kg per tahun. Untuk itu penting buat bunda untuk mengatur pola makan yang sehat agar badan terjaga danvtetap ideal.

3. Gairah menurun

Semakin bertambahnya kadar lemak membuat kadar air berkurang dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan Misv menjadi lebih kering. Kondisi ini mampu menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan yang sering membuat gairah menurun bagi sebagian wanita.

4. Sakit kepala, nyeri pyudara

Kejadian ini merupakan efek samping yang timbul dari perubahan hormonal setelah melakukan suntik progestin ke dalam tubuh. Untuk mengurangi nyeri akibat efeksamping ini bunda bisa minum parasetamol.

5. Sakit dab nyeri saat menstruasi

Sebelum melakukan suntik kb 3 bulan saat datang menstruasi tidak merasa nyeri, namun setelah pemakean suntik KB 3 bulan menstruasi terasa sakit dan nyeri maka alangkah baiknya konsultasikan ke dokter tentang masalah ini.

6. Berjerawat

Perubahan yang juga sering terjadi akibat KB suntik 3 bulan yaitu dapat memberikan efek samping seperti, penyumbatan pori pori sehingga munculnya jerawat. Hal ini disebabkan oleh Hormon progestin yang menimbulkan kelenjar minyak dan lemak di wajah menjadi berlebihan.

Selain masalah di atas, kembalinya menstruasi akan cukup lama karena efek samping berhenti KB suntik 3 bulan. Menstruasi dapat terjadi kembali rata-rata 6-12 bulan setelah berhenti suntik KB dan jika sudah melewati 6-12bulan maka terjadi kondisi kesuburan yang normal.

Jadi jika bunda ingin berhenti menggunakan kb suntik 3 bulan, bunda tinggal menghentikannya saja kapan pun yang bunda inginkan.

Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. terimakasih..

Sumber referensi:
Popmama.com
Alodokter.com

6 Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan, Apakah Bahaya Jika Berhenti?

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik - Batuk pada anak atau bayi tentu saja membuat kondisinya tidak tenang ketika menjelang tidur, apalagi jika batuk tersebut disertai pilek, flu dan batuk berdahak.

Seorang ibu tentu perlu memberikan perhatian khusus pada anak yang menderita batuk dan memberikannya obat batuk yang bagus dan aman. Saat ini banyak obat batuk anak di apotik yang bisa ibu berikan ketika anak menderita batuk. Nah berikut di bawah ini rekomendasi dan merek obat batuk untuk anak yang bagus di apotik.

1. Hufagripp

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Hufagripp Batuk Pilek (BP) adalah obat batuk anak yang bisa kita temukan di apotik. Obat ini cocok digunakan untuk meringankan batuk tidak berdahak, pilek dll dan juga bisa dikonsumsi untuk meringankan gejala flu seperti hidung tersumbat dan bersin-bersin yang dibarengi dengan batuk kering pada anak.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • 2-6 tahun: 3x½ sendok takar sehari.
  • 6-12 tahun: 3×1 sendok takar sehari.
  • Dewasa dan di atas 12 tahun: 3×2 sendok takar sehari.
  • Di bawah 2 tahun: harus dengan petunjuk dokter.


2. Vicks Formula 44 Anak

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Vicks Formula Anak-Anak adalah obat batuk anak yang bagus dan mengandung dextromethorphan HBr Dextromethorphan yang bekerja dengan menekan pusat batuk di otak dan mengurangi reaksi batuk tidak berdahak. Obat ini Didesain untuk meredakan batuk akibat masuk angin, infeksi saluran nafas, peradangan pada hidung, maupun radang tenggorokan. Cocok untuk mengobati batuk tidak berdahak atau berdahak yang disertai dengan alergi.

Obat batuk anak sirup ini hanya tersedia rasa stroberi dan mudah kita jumpai di apotik. Dengan rasa manisnya sudah pasti anak-anak tidak akan takut untuk minum obat batuk.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Gunakan setiap 4 jam sesuai kebutuhan, sampai 6 x sehari.
  • Dewasa : 12 tahun ke atas : 2 sendok takar (10 mL)
  • Anak-anak : 6 - 12 tahun : 1 sendok takar (5 mL)
  • Atau gunakan sesuai petunjuk dokter.

3. Triaminic Ekspektoran

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Selanjutnya obat batuk anak di apotik adalah Triaminic Ekspektoran dan Pilek juga bisa jadi pilihan obat batuk yang cocok untuk anak jika si kecil mulai memperlihatkan gejala batuk berdahak. Triaminic Ekspektoran dan Pilek dapat mengatasi gejala pilek seperti bersin-bersin, hidung tersumbat serta batuk dan nafas tersendat akibat masuk angin

Obat batuk anak sirup dengan rasa lemon ini mengandung Pseudoephedrine HCl dan Guaifenesin. Pseudoephedrine bekerja dengan melebarkan saluran pernapasan dan menyempitkan pembuluh darah, terutama yang menuju rongga hidung dan tenggorokan. Sedangkan Guaifenesin bekerja dengan mengumpulkan dahak dan mempercepat pengeluarannya.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Anak Umur di atas 12 tahun : 1 hari, 3x.
  • Anak Umur 6 -12 tahun : 1 hari, 3 x 1 sendok
  • Anak Umur 2-5 tahun : 1 hari, 3 x ½ sendok

4. OBH Combi Anak Batuk Plus Flu

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

OBH Combi dikenal sebagai obat batuk bagi dewasa. Tetapi ternyata OBH Combi juga tersedia untuk anak-anak yang bisa meredakan batuk pada anak. Selain itu juga bisa untuk gejala batuk yang disertai flu, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, dan bersin-bersin

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu mengandung Paracetamol, yang bekerja sebagai pereda demam sekaligus mengurangi rasa nyeri di kepala. Kandungan Ekstrak Succus Liquiritiae dan Ammonium Chloride bekerja membantu mengencerkan dahak dan kandungan Pseudoephedrine, bisa mencegah hidung tersumbat karena pilek dan flu. Ada juga Chlorpheniramine Maleate yang bekerja mengatasi alergi karena gatal di tenggorokan.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Kocok dahulu sebelum digunakan, dan minum setelah makan.
  • Anak-anak di atas 12 tahun = 1 hari 3 x 3 sendok takar ( 5ml)

5. Termorex Plus

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Termorex Plus serupa dengan OBH Combi Anak Batuk Plus Flu yang mengandung paracetamol. Obat batuk ini membantu meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk. Obat batuk anak dengan rasa jeruk ini bebas alkoholl dan juga sangat aman dikonsumsi oleh anak mulai dari usia 2 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan:
Anak-anak 2-5 tahun diminum 3 kali sehari 1 sendok takar dan anak-anak 6-12 tahun diminum 3 kali sehari 2 sendok taka. diminum sesudah makan untuk mengurangi kemungkinan nyeri pada lambung.

6. Obat batuk Sirup Anakonidin

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Pada dasarnya obat Anakonidin Sirup merupakan obat yang dapat digunakan untuk meredakan dan mengatasi batuk pada anak-anak. Namun obat batuk sirup ini juga dapat membantu meringankan beberapa gejala penyakit lain seperti sakit kepala, bersin-bersin, dan hidung tersumbat.

Obat batuk Sirup Anakonidin merupakan salah satu dari obat batuk anak yang tidak mengandung alkohol dan mengandung Glyceryl Guaiacolate, Chlorpheniramine Maleate dan Dextromethorphan HBr. Sangat aman bagi anak yang sudah mulai menunjukan gejala batuk yang disertai sakit kepala.

Cara Pakai dan Dosis:
  • Dosis anak usia 2–5 tahun : sehari 3 x 1 sendok takar (5 ml).
  • Dosis anak usia 6–12 tahun : sehari 3 x 2 sendok takar (10 ml).
Itulah rekomendasi merek obat batuk anak yang bagus dan cocok untuk mengobati batuk pada anak. Anda juga dapat dengan mudah menemukannya di apotik-apotik terdekat. Terimakasih

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Banyak yang berkata bahwa saat hamil tidak boleh makan durian atau duren. Karena jenis buah ini bisa memembuat keguguran jika di konsumsi oleh ibu hamil. Benarkah demikian?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Penjelasannya

Menurut dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, khusus spesialis kebidanan dan kandungan. Sebenarnya boleh ibu hamil makan durian, asalkan calon ibu tersebut tidak memiliki penyakit seperti maag, karena Durian dapat memproduksi gas pada lambung sehingga calon ibu yang memiliki penyakit maag bisa menimbulkan efek perut kembung dan mual. Sebab, sakit maag yang dideritanya menjadi kambuh.

Namun, beberapa penelitian juga mengatakan bahwa durian didalamnya memiliki kandungan efek antioksidan, durian juga berkhasiat sebagai antimikroba, antibakteri, dan antijamur yang juga sangat menguntungkan untuk kehamilan. Selain itu, durian juga mengandung banyak serat, sehingga baik untuk mencegah konstipasi yang sering terjadi pada ibu hamil. Durian juga kaya akan zat besi dan mineral lainnya, seperti magnesium, tembaga, dan mangan. Zat besi dan tembaga pada durian dapat membantu proses pembentukan sel darah merah di dalam tubuh, yang penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Tetapi ibu hamil yang mengidap penyakit maag dan diabetes kehamilan (diabetes gestasional) tidak dianjurkan untuk mengonsumsi dan makan durian karena kandungan gulanya yang tinggi. Ini adalah kondisi di mana saat ibu hamil memiliki tingkat glukosa darah lebih tinggi dari normal.

Lalu berapa porsi dan batasan makan Durian untuk ibu Hamil? 
Sebenarnya, tidak ada batasan yang pasti terkait konsumsi durian saat hamil. Ini karena ibu hamil harus tahu sendiri batasannya. Artinya, ibu hamil hanya disarankan untuk mengonsumsi durian secukupnya atau sekadar mencicipinya sedikit saja. Sebab, asupan utama saat ibu hamil adalah ikan, daging, sayur, dan telur.

Itulah seputar tentang durian untuk ibu hamil, jadi bunda sudah mendapat jawaban terkait pertanyaan bolehkah ibu hamil makan durian? apakah saat hamil boleh makan durian? dan juga dampak dan bahaya makan durian saat hamil. Semoga artikel di atas bisa memecahkan jawabannya. Namun bunda juga harus tetap waspada dan harus hati-hati dalam menjaga kandungan dan janin saat hamil.

Sumber artikel di ambil dari berbagai situs kedokteran dan kesehatan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Penjelasannya

Dokter, Istri saya berhenti haid setelah melahirkan, apa mungkin istri hamil lagi? sedangkan dia masih memberikan ASI kepada si bayi..


Menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami merupakan salah satu metode untuk menunda kehamilan secara alami. Selain menggunakan alat kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui. Metode kontrasepsi (KB) alami ini disebut juga MAL (metode amenorea laktasi). Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa dengan menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami, kehamilan dapat dicegah. Wanita yang menyusui anaknya akan memiliki jangka waktu yang lebih lama untuk mendapatkan masa haidnya kembali dibandingkan wanita yang tidak menyusui anaknya. Hal ini dikarenakan hormon prolaktin yang berfungsi memicu produksi ASI ternyata juga menghambat proses ovulasi sel telur sehingga haid tidak terjadi. Wanita yang tidak menyusui anaknya memiliki kemungkinan hingga 91% akan mengalami haid pada bulan ketiga sejak persalinan, sedangkan wanita yang menyusui anaknya hanya memiliki posibilitas 33%. Hal ini tentunya dipengaruhi juga oleh kondisi hormonal yang berbeda-beda. Kontrasepsi dengan Metode Amenorea Laktasi (MAL) sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu menyusui bayi anda secara eksklusif hingga lebih dari 8 kali per hari. Lakukan metode ini selama bayi anda di bawah usia 6 bulan dan hentikan bila anda telah mendapatkan haid anda kembali. Keberhasilan metode ini sebagai kontrasepsi berkisar 98-99%.

Pada saat menyusui bayi, tubuh ibu tak mampu menghasilkan sel telur yang matang. Jadi meskipun sel sperma berhasil masuk, sel telur yang ada tidak siap untuk dibuahi. Alhasil, kehamilan pun tidak terjadi. Memang efek menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang kembali haid setelah satu bulan berhenti menyusui, namun ada juga wanita yang harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapat haid lagi. Namun begitu, pada beberapa kasus, tidak jarang terjadi kehamilan diluar rencana. Hal ini dapat terjadi bila haid yang tak kunjung muncul itu bisa saja karena ibu telah hamil lagi. Jika seorang ibu ingin menggunakan MAL, ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi agar berjalan efektif, yaitu memberikan ASI secara eksklusif, ibu belum sejak melahirkan mendapatkan menstruasi, dan bayi belum berusia enam bulan. Jika salah satu dari kriteria ini tidak dipenuhi, maka penggunaan kontrasepsi dengan cara MAL akan berpeluang gagal. Pada beberapa kasus, kehamilan dapat tetap terjadi meski ibu memberi ASI eksklusif, karena efektifitas menyusui sebagai kontrsepsi alami memang tidak mencapai 100%, artinya masih ada peluang kecil untuk tetap hamil selama menyusui. Tetapi memang seorang ibu yang memberikan ASI eksklusif atau memilih cara menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami akan menjadi lebih tidak subur selama 6 bulan pertama setelah melahirkan.

Itulah mengenai penjelasan ibu tidak haid setelah melahirkan dan saat menyusui secara alami dapat menjadi (KB) kontrasepsi alami untuk menunda kehanilan lagi. Jadi bunda tidak usah khawatir yah soal telat haid/datang bulan ini.

Menyusui Sebagai Kontrasepsi (KB) Alami, Tidak Haid Setelah Melahirkan

Kenali 7 Tanda-Tanda Kehamilan Yang Bunda Harus Tau

Kenali tanda-tanda kehamilan. Siapa sih yang gak pengen punya anak atau momongan atau pun parang orang tua kita yang pengen banget punya cucu dari kita.

Sebuah kehamilan memang kadang bikin orang takut apa lagi buat para pasangan yang belum menjalin ke pernikahan ya kan! buat para pengantin baru aja terkadang sebuah kehaimilan menjadi hal yang tabu bagi mereka yang baru saja menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Sebelumnya saya ucapkan untuk para pasangat yang baru saja menjelang pernikahan, semoga kehidupan baru anda bersama pasangan selalu dalam kesejahtraan Tuhan Yang Maha Esa, amin. buat para wanita dan kaum hawa lainnya, pasti ada sebagian yang belum tahu tanda-tanda kehamilan pertama kali? pengen tahu tanda-tanda kehamilan? yuk cari tahu aja di sini! berikuti ini tanda-tanda atau ciri-ciri kehamilan:

  1. Tidak datangnya menstruasi  atau datang bulan, bagi para wanita yang selalu memperhatikan kapan dan hari apa menstruasi atau datang bulan akan datang pasti akan selalu timbul pertanyaan apakah sedang menjalani kehamilan atau tidak. namun ada juga menstruasi atau datang bulan yang tidak beraturan.
  2. Rasa mual, lemah dan muntah, rasa mual biasanya bisa muncul karena salah konsumsi makanan atau minuman yang tidak cocok dengan tubuh, jadi hal ini juga bisa timbul pada saat anda bagi kaum hawa yang akan menjalani kehamilan.
  3. Sering buang air kecil, biasnya para wanita hamil sering keluar masuk kamar mandi untuk membuang air kecil, hal ini biasanya di sebabkan oleh rahim yang membesar dan kemudian menekan kandungan kemih.
  4. Perubahan kulit pada bagian wajah, wajah akan terlihat hitam biasanya di sebut juga kloasma, kloasma adalah warna kecoklatanpada kulit wajah yang merata dan disebabkan oleh hormon kehamilan yang menimbulkan  peningkatan produksi pigmen melanin. hal ini sering juga disebut “topeng kehamilan”, namun jangan khawatir kulit akan kembali normal setelah melahirkan.
  5. Buah dada terasa lunak pada awal kehamilan, biasanya hal ini sering di sebabkan oleh persiapan memberi makanan bayi, dan juga kadar hormon yang meningkat, sehingga buah dada terasa lunak dan membesar.
  6. Sering terjadi kram pada bagian perut, kram perut pada saat hamil biasanya di sebabkan adanya peregangan otot-otot rahim untuk mempersiapkan tempat bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
  7. Perubahan warna kulit pada bagian area wanita, selain pada wajah biasnaya juga warna kulit akan berubah pada bagian area wanita seperti pada daerah sekitar putting susu dan alat kelamin, yang akan berubah menjadi semakin gelap.


Nah, sudah pada tahu bukan tanda-tanda atau ciri-ciri kehamilan, agar lebih pasti dan lebih tahu apakah hamil atau tidak, bisa juga gunakan alat test kehamilan yang bisa di dapat dengan mudah di apotik-apotik didekat anda, apabila merasakan sesuatu yang jangal atau merasa kehamilan anda tergangu segeralah hubungi dokter untuk memastikannya. Terimakasih telah membaca artikel tentang Kenali tanda-tanda kehamilan, semoga artikel ini bisa bermanfaat buat para calon ibu dan para pembaca lainnya.

Kenali 7 Tanda-Tanda Kehamilan Yang Bunda Harus Tau

Cara Mengatasi Diare pada Bayi
Bayi Diare

Cara Mengatasi Diare pada Bayi. Sebuah hal yang paling indah dalam sebuah keluarga adalah saat seorang malaikat kecil lahir ke duni, penuh senyum, haru, sedih, dan rasa bahagia yang terlihat. Namun hal itu terkadang ada saja yang sewaktu-waktu meyerang malaikat kecil itu, salah satunya yaitu penyakit.

Banyak penyakit yang dapat menyerang tubuh manusia baik pada tubuh orang dewasa maupun tubuh anak kecil seperti bayi sekalipun. Salah satu penyakit yang bias menyerang bayi ketika tidak terlalu terjaga dengan lingkungannya adalah diare, hal ini bisa menjadi berbahaya jika tidak diatasi dengan baik. Jangan panik jika bayi kalian tiba-tiba terkena diare, karena penyakit apapun bisa di cegah dengan berbagai cara apa lagi penyakit diare. Pengen tahu bagai mana mengatasi diare pada bayi ? berikut ini ada beberapa cara agar bayi bisa terobati dari penyakit diare.

Makanan Sederhana
kadang kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk anak ketika terserang penyakit ini, dan saat sakit kita selalu melalaikan tentang makanan yang dia makan sehingga sering kali kita selalu member bayi makan dengan sereal kompleks atau makanan bayi saat diare, padahal ini tidak baik buat bayi, dan sebaiknya ganti menu makanan bayi kalian dengan makanan yang sobat  masak sendiri seperti bubur, apel kukus, atau pisang.

Cairan Untuk Bayi
Terkadang Saat diare, bayi akan kehilangan banyak cairan dari tubuhnya sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Maka bila hal ini terjadi dan jika bayi Anda masih meminum ASI, maka berilah dia ASI secara reguler.Untuk membantu bayi agar terhindar dari dehidrasi pada tubuh bayi.

Pijat Gusi
Namun kadang pula diare pada bayi dikarenakan rasa sakit karena tumbuh gigi. Untuk mengatasinya, berikan bayi Anda mainan yang nyaman untuk ‘dikunyah’. Anda juga dapat memijat gusi bayi dengan jari-jari Anda untuk meringankan rasa sakit.

Untuk tahap selanjutnya segeralah hubungi dokter atau pergi ke puskesmas terdekat untuk di berikan pertolongan lanjutan, jagan anggap remeh penyakit satu ini, karena diare juga bisa menimbulkan kematian pada bayi.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa?

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa? Tak perlu khawatir, asalkan kedua orang tua tetap kompak dalam menerapkan nilai-nilai dan disiplin pada anak.
"Walau saya sudah ngomel-ngomel untuk melarangnya, dia tetap saja melakukannya, seolah tak memperhatikan dan tak dengar. Lain hal kalau ayahnya yang melarang, baru, deh, didengar. Bahkan sampai menangis segala mungkin karena anak takut pada ayahnya," ungkap seorang ibu perihal putrinya yang berusia 2 tahun dan tak pernah "takut" padanya.

Pengalaman ini rasanya tak asing bagi kaum ibu yang punya anak batita, bukan? Walau kita marah habis-habisan, tapi, kok, anak adem-ayem saja alias tak ada takutnya. Lain hal jika sama ayahnya, baru diperingati sedikit saja atau baru sekali saja diperingati, anak bisa langsung diam, kadang menekukkan wajahnya mungkin karena takut pada ayah .

Memang, menurut Dra. Risa Kolopaking dari Fakultas Psikologi UI, umumnya anak takut pada ayah. "Seharusnya, sih, anak tidak takut pada ayah dan ibunya, ataupun pada salah satu orang tuanya, karena takut ini menyeramkan buat anak." Selain itu, jika anak takut pada salah satu orang tua, maka akibatnya anak pun hanya bisa dekat pada salah satu orang tua saja, entah ayah atau ibunya saja.

Anak juga tak mendapat kesempatan yang sama atau seimbang untuk belajar dari jenis kelamin yang berbeda. "Memang anak juga bisa belajar peran dari orang di luar rumah, tapi alangkah baiknya kalau kesempatan itu datangnya dari dalam rumah, yaitu dari ibu dan ayahnya sendiri." Karena bagaimanapun, bila orang tua punya peran yang seimbang, anak akan lebih banyak belajar dalam kehidupannya. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialisasi yang baik dalam kehidupan bermasyarakatnya kelak, misalnya dalam hubungan sosial dengan lawan jenis.

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK
Anak takut pada ayahnya, terang Risa, adakalanya dalam situasi tertentu saja, misal kalau ayahnha marah. "Tapi kalau dalam kondisi biasa saja, rata-rata anak tidak takut." Takutnya bisa karena suara si ayah yang sedang marah dengan suara keras, pun kala melarangnya, "Awas, tidak boleh!" Sebab, suara keras akan membuat anak kaget, ciut perasaannya, dan akhirnya takut, meski mungkin saja sebenarnya dia pun tak terpikir akan diapa-apakan.

Maka itu, kalau orang tua hendak melarang sesuatu pada anak, saran Risa, tak perlu dengan suara keras dan marah-marah. "Bisa gunakan dengan kelembutan dan dengan tetap memberinya penjelasan, 'Jangan main air, ya, De. Kamu, kan, sudah mandi, nanti bajunya basah lagi', misal."
Selain itu, takutnya anak pada salah satu orang tua juga bisa karena pola pengasuhan dari orang tua itu sendiri. Bisa saja orang tuanya bersikap otoriter dalam menerapkan aturan dan disiplin, sehingga anak takut pada kedua orang tuanya atau pada salah satu misalnya pada ayah atau ibunya. "Umumnya, anak takut pada tipe orang tua yang bersikap otoriter. Orang tua bersikap sangat berkuasa, kehendaknya harus dituruti tanpa memahami keinginan dan kebutuhan si anak, hal ini kadang membuat ciut yang menjadi penyebab anak takut."

Sebetulnya, papar Risa, orang tua tak perlu bersikap otoriter dalam hal menerapkan disiplin atau aturan. Tapi sebaiknya lebih pada pendekatan terhadap si anak. "Sebab, setiap anak berbeda, sehingga menghadapinya juga harus berbeda pula. Ada yang harus dihadapi dengan lembut dan ada yang harus dengan sedikit keras. Tapi pada intinya, anak itu kalau sudah diberi penjelasan, mana yang boleh dan tidak, dan diberitahu alasannya, mereka pun akan belajar sesuatu dan mengerti, kok."
Memang, kadang ada anak yang mengerti seketika itu juga akan apa yang kita harapkan untuk dikerjakan, tapi ada pula yang mengerti dan hanya sekadar masuk telinganya dan jadi pengetahuannya saja, tapi tidak dia lakukan saat itu. "Jadi, kalau dikatakan tak boleh, dia tetap saja melakukan hal itu.

Sebenarnya, untuk masalah kontrol ini, papar Risa, bisa kita berlakukan reward dan punishment. "Bila anak melakukan seperti yang kita harapkan, kita beri dia hadiah berupa pujian atau dukungan." Sebaliknya, bila ia tak melakukan apa yang kita harapkan, terapkan punishment. Hanya saja, jangan berupa hukuman fisik, tapi lebih ke arah mengurangi kesenangannya.

PERAN JENIS KELAMIN ORANG TUA
Peran jenis kelamin orang tua juga sangat berpengaruh pada rasa takut anak. Ayah umumnya bersikap tegas dibanding ibu yang biasanya bisa lebih longgar. Walaupun mungkin ibu lebih banyak melarang dibanding ayah, misal dalam hal disiplin, tapi kalau ayahnya yang melarang sesuatu, alasannya selalu tepat dan jelas, sehingga anak tahu kalau yang dia perbuat itu salah dan tiddak membuat anak takut. Dengan demikian, begitu ayahnya memberitahunya, melarangnya, hal itu masuk ke dalam hatinya. Ia jadi takut kalau salah.
Kalau pada ibu, karena anak merasa dekat, maka ia pun bisa lebih bernegosiasi. Harus diingat pula bahwa pada tahap-tahap tertentu, kedekatan anak terhadap ibu masih sangat besar, walau peran ayah juga penting, tapi mungkin tidak utama. Jadi, kalau dimarahi atau dinasehati ibu, dia pun seolah tidak mendengar. Bahkan bisa jadi dia malah mengatakan, "Sebentar lagi, ya, Bunda," atau kalimat merayu lainnya. "Itu, kan, pertanda ia melakukan bargaining." Juga, anak berani untuk mengungkapkan sesuatu. "Sebenarnya ibu pun bisa menggunakan ini sebagai senjata untuk membuka komunikasi dengan anak, misal, 'Iya, boleh, tapi sebentar saja, ya, main airnya. Ibu beri waktu 5 menit lagi.'"

Hubungan antara orang tua dan anak pun ada pengaruhnya pada rasa takut anak. Misal, pada anak perempuan, ada sisi-sisi tertentu dari ayah yang bisa membuatnya merasa nyaman dan senang. Mungkin dalam hal bermain. Kadang ibu banyak urusan rumah tangga sehingga kesempatan bermain dengan anak lebih sedikit, sementara ayah mungkin urusan rumahnya tidak sebanyak ibu sehingga kesempatan bermain bersama anak lebih banyak. Ada hal-hal yang menyenangkan bagi anak dari ayahnya. "Bisa saja anak takut salah atau takut tidak disayang oleh ayahnya lagi ketika si ayah yang disenanginya itu melarangnya."

Bukan itu saja, terang Risa, setiap orang tua pun berbeda-beda. Ada orang tua yang tak senang dengan anak kecil, tak sabaran dan merasa kesal kalau anaknya bermain dan menumpahkan sesuatu, tapi ada juga yang sebaliknya, penuh kesabaran. "Nah, sifat-sifat orang tua juga berpengaruh pada anak." Jadi, kalau ayahnya melarang, dia akan mendengar karena ayahnya selalu sabar menjelaskannya. "Jangan main air dulu, ya, tapi makan dulu. Biar kamu tak kedinginan dan sakit perut," misalnya. Sehingga anak paham betul bahwa main air tak boleh karena apa. Lain hal dengan ibunya yang tak sabaran, belum apa-apa sudah teriak-teriak, tanpa menjelaskan penyebab tak bolehnya, juga tidak memahami maksud si anak, sehingga anak pun menentang duluan. Dia akan berpikir, "Pasti, nih, apa yang aku buat selalu tidak boleh, dilarang terus." Sehingga larangan atau omelan si ibu pun akhirnya hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Sebenarnya, papar Risa, ada baiknya juga ayahlah yang ditakuti anak. Justru harus hati-hati bila yang ditakuti adalah ibunya. "Karena kalau ia takut pada ibu, maka ada kemungkinan ia tak dekat dengan ibunya. Padahal seharusnya anak pada masa batita itu lebih dekat dengan orang tua perempuan. Masa-masa batita dan balita, sebenarnya peran ibu masih lebih kuat dan dibutuhkan. Kalau sampai ibunya ditakuti, biasanya akan ada kehilangan sesuatu dalam perkembangan kejiwaannya."

AYAH DAN IBU HARUS KOMPAK MENDIDIK ANAK
Yang jelas, jika salah satu orang tua merasa kesulitan karena anaknya tak bisa diberitahu, misalnya, saran Risa, orang tua perlu introspeksi diri apa yang menyebabkan si anak hanya takut pada salah satu orang tuanya saja.
Sebaiknya pula, kedua orang tua jangan saling membandingkan. "Memang terkadang ada kebanggaan tersendiri pada diri orang tua, misal ayahnya, kalau anak lebih mendengar dirinya. Nah, hal seperti itu sebaiknya jangan diperlihatkan di depan anak. Biarkan anak tahu bahwa antara ayah dan ibu setara. Mereka punya kesamaan hal untuk melarangnya." Walaupun demikian, pesan Risa, orang tua juga jangan asal melarang anak. Melainkan harus menjelaskan, apa, sih, yang menyebabkannya tidak boleh? Jadi, pelarangan itu ada keterangannya sehingga si anak pun paham.
Jika si ibu membuat keputusan, sebaiknya ayah membantu si ibu. Ketika si ibu melarang sesuatu atau marah pada anak, "Kamu tak boleh itu!", maka ayah pun harus mendukung si ibu, "Sudahlah, De, kan kata Ibu juga tidak boleh." Jadi anak pun tahu kalau baik ayah maupun ibunya tak suka.

Boleh juga daripada capek-capek, lalu si ibu menyerahkan pada ayahnya, misal, "Nih, Yah, anaknya susah diberitahu." Hal ini boleh-boleh saja selama ayah dan ibu kompak dalam menerapkan suatu disiplin. Jadi, ibu ada komunikasi dengan ayah untuk mendisiplinkan si anak. Hanya saja, sambungnya, seringkali yang terjadi ayah dan ibu tak kompakan.

Padahal dengan kompak, maka ada peran yang seimbang antara kedua orang tua, sehingga anak pun bisa belajar untuk kehidupannya. "Kalau anak cukup mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, lingkungannya juga baik dan benar secara seimbang, maka anak pun bisa belajar dari situ."

Selain itu, dalam hal disiplin pun anak jadi tak bingung, nilai mana yang mau dipilih, karena si orang tua kompak. "Kalau anak bingung, akibatnya anak-anak seperti ini bisa jadi tidak percaya diri atau tak acuh sama sekali atau tak bisa disiplin." Bahkan bisa jadi, salah satu orang tua bisa diremehkan. "Anak jadi tahu cara tricky untuk mencari situasi yang menyenangkannya. Misal, dilarang ayahnya, dia pun lari ke ibunya. Jadi dia tidak belajar suatu nilai yang seharusnya dia pelajari, tapi hanya mencari amannya saja."

Sumber: Anak Takut Pada Ayahnya
Dedeh Kurniasih. Iman Dharma (nakita)
http://www.tabloid-nakita.com/

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa?

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya - Kehadiran si Buah Hati dalam janin sudah tentu menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tubuh Ibu dan sering kali timbul masalah pada ibu hamil seperti mual, muntah, pusing, kaki bengkak, sembelit dan lainnya. Selain bentuk badan yang semakin membesar, masih banyak hal lain yang akan Ibu rasakan.

Berikut ini adalah beberapa masalah pada ibu hamil yang biasa muncul di saat sedang hamil dan cara mengatasinya:

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

1. Pusing pada ibu hamil
Pusing Pada trimester pertama, kebanyakan ibu akan mengalaminya disertai rasa mual ketika hamil. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon. Pusing pada timester pertama semacam ini tak akan lama dan akan hilang dengan sendirinya.
Maka sebaiknya Ibu hamil tak usah minum obat, cukup dengan beristirahat atau berbaring di tempat tidur. Meski demikian ada kemungkinan pusing Ibu hamil alami disebabkan oleh alasan lain, misalnya karena flu.

Cara mengatasinya, Ibu bisa minum obat flu yang sangat ringan. Pusing juga disebabkan oleh problem emosional, ketegangan atau kelelahan. Selama ibu hamil masih mampu mengatasinya dengan istirahat, Ibu tidak perlu minum obat. Namun bila sangat mengganggu apalagi disertai dengan perubahan penglihatan, misalnya kunang-kunang atau seakan-akan ada kilatan cahaya, berkonsultasilah ke dokter.
 
2. Kaki bengkak pada ibu hamil
Pada bulan-bulan terakhir usia kehamilan, volume darah meningkat sehingga kadang-kadang terlihat tanda-tanda tekanan darah tinggi yang salah satunya adalah kaki bengkak saat hamil.

Cara mengatasinya: Kurangi makan garam dan sering-seringlah beristirahat. Saat kaki bengkak, luruskan dan angkat kaki agak ke atas
 
3. Mual dan muntah ketika hamil
Orang sering menyebutnya "morning sickness" karena masalah mual dan muntah ini biasanya dialami pada ibu hamil saat pagi hari, saat perut masih kosong. Namun tak jarang pula munculnya siang maupun malam hari. Kelihatannya memang aneh, sebab hanya karena bau sabun, pasta gigi atau minyak wangi, ibu bisa mual dan muntah-muntah. Bahkan kadang-kadang makanan yang dulu menjadi favorit kini disingkirkan karena tak tahan aromanya. Sudah menjadi kodrat alam, tak ada obat khusus yang dapat mencegah muntah dan mual ini.

Cara mengatasinya : Untuk mengurangi rasa mual, Ibu hamil bisa makan makanan kecil ketika bangun tidur. Ibu juga dianjurkan lebih sering minum air putih. Biasanya keluhan ini akan menghilang pada akhir bulan ke 4 usia kehamilan.
 
4. Sembelit saat hamil
Kemungkinan terjadinya masalah sembelit pada ibu hamil sebenarnya dimulai saat awal kehamilan, sebab hormon progesteron pada waktu hamil menyebabkan relaksasi usus. Hal ini mengakibatkan daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan menumpuk dan terjadilah sembelit.
Sembelit juga disebabkan oleh kandungan zat besi pada tablet yang ibu konsumsi, atau oleh kebiasaan suka menahan buang air besar.

Cara mengatasinya, perbanyaklah memakan sayuran dan buah-buahan yang berserat. Ibu hamil harus mendisplinkan diri agar teratur ke belakang setiap hari. Satu lagi yang penting, minumlah air putih minimal dua liter setiap hari.

Nah itulah beberapa masalah pada ibu hamil dan cara mengatasinya, jika terjadi sesuatu yang lebih serius segera konsultasikan ke dokter kandungan anda. Semoga bermanfaat..

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Cara Memberikan ASI Eksklusif untuk Bayi Jika Ibu Bekerja


Cara Memberikan ASI Eksklusif untuk Bayi Jika Ibu Bekerja - Seringkali ibu bekerja mengalami dilema antara ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan memberikan susu formula. Dengan alasan yang klasik ibu sibuk bekerja memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya.

Disini diuraikan mengenai bagaimana seorang ibu dapat mengelola dan memberikan ASI eksklusif bagi bayinya dengan berbagai jenis alat bantu. Dengan sedikit bersusah payah kelak ibu dan anak dapat memperoleh manfaat yang besar.

Memeras ASI bermanfaat untuk:
  • memberikan makan BBLR
  • menghilangkan bendungan
  • menjaga pasokan ASI saat ibu sakit
  • menyimpan stok ASI untuk bayi saat ibu bekerja atau sibuk
  • menghilangkan rembesan ASI
     

    A. Memeras ASI dengan tangan

    Semua ibu harus belajar memeras untuk membuat stok ASI bagi bayi. Ibu dapat mulai belajar selama kehamilan dan dapat menerapkannya segera setelah melahirkan. Memeras dengan tangan tidak memerlukan alat bantu sehingga seorang wanita dapat melakukannya dimana saja dan kapan saja. Memeras dengan tangan mudah dilakukan bila payudara lunak. Lebih sulit lagi bila payudara sangat terbendung dan nyeri.
     

    B. Cara memeras ASI dengan tangan

  • Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tissue/lap yang bersih. Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir.
  • Cuci tangan dengan seksama
  • Letakkan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk menampung ASIP.
  • Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan
  • Letakkan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk pada areola di bawah puting susu.
  • Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada.
  • Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari dan ibu jari. Ibu harus memijat sinus laktiferus di bawah areola.
  • Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif.
  • Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI diperas dari semua segmen payudara.
  • Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja.* Memeras ASI untuk BBLR atau bayi sakit
     Ibu harus memeras sebanyak mungkin ASI setiap kali bayi perlu disusui. Bagi BBLR adalah 8 kali atau lebih sehari. Penting untuk memeras sesering dan sebanyak mungkin untuk mempertahankan pasokan ASI. Bila ibu memeras ASI lebih banyak daripada yang diperlukan bayi, ASIP dapat diberikan bagi bayi lain yang ibunya tidak dapat memeras cukup, atau berikan pada BBLR yang ibunya belum keluar ASI.
  • * Untuk mempertahankan pasokan ASI saat ibu atau bayi sakit
  •  Ibu harus memeras ASI sebanyak dan sesering mungkin yang diinginkan bayi. Berikan pada bayi bila mungkin.
    * Menghilangkan bendungan
     Peraslah sesering dan sebanyak mungkin yang diperlukan agar payudara tetap nyaman dan menjaga kelenturan puting susu bagi isapan bayi. Beberapa ibu mungkin perlu memeras setiap kali sebelum menyusui. Pada ibu yang lain mungkin hanya perlu memeras satu atau dua kali sehari. Beberapa ibu mendapatkan bahwa kompres hangat atau pijatan lembut membantu ASI mengalir.

    * Menghilangkan penetesan ASI
     Memeras ASI cukup banyak untuk mengurangi tekanan pada payudara. Tidak perlu untuk memeras ASI banyak sekali.

    C. Pompa listrik

    Pompa listrik ASI lebih efisien dan cocok bagi pemakaian di rumah sakit. Tetapi, semua pompa mudah membawa infeksi. Hal ini sangat berbahaya bila lebih dari satu ibu menggunakan pompa yang sama.

    D. Cara botol hangat

    Ini merupakan teknik yang bermanfaat untuk menghilangkan bendungan, terutama bila payudara sangat nyeri dan puting susu tegang.
    Cara menggunakan teknik botol hangat adalah:
    - Cari botol besar (misalnya berukuran 1 liter, 700 ml, atau 3 liter) dengan leher lebar (bila mungkin).
    - Mintalah keluarga untuk memanaskan sejumlah air dan isilah botol dengan air panas. Biarkan beberapa menit, untuk menghangatkan kaca botol.
    - Bungkus botol dengan kain dan buang air panas.
    - Dinginkan leher botol dan masukkan ke dalam puting susu sampai menyentuh kulit di sekelilingnya dengan ketat.
    - Pegang kuat botol tersebut, setelah beberapa menit botol mendingin dan menimbulkan isapan lembut maka akan menarik puting susu.
    - Rasa hangat membantu refleks pengeluaran, dan ASI mulai mengalir dan mengisap botol. Kadang-kadang bila wanita pertama kali merasa isapan ini, ia akan kaget dan menarik botol. Sehingga harus ditaruh lagi air panas dalam botol dan mulai kembali.
    - Setelah beberapa saat, nyeri pada payudara berkurang dan memeras dengan tangan atau isapan sudah bisa dilakukan.
Itulah cara pemberian ASI esklusif untuk bayi jika ibu sibuk bekerja. Semoga bermanfaat..

Cara Memberikan ASI Eksklusif untuk Bayi Jika Ibu Bekerja

Pentingnya Gizi Untuk Perkembangan Anak Dan Bayi

Pentingnya Pemberian Gizi Untuk Perkembangan Anak Dan Bayi - Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan. Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia lima tahun harus terpenuhi secara baik.

Kepala Seksi Standardisasi, Subdit Gizi Mikro, Direktorat Gizi pada Ditjen Kesehatan Masyarakat Depkes dr Atmarita menegaskan hal tersebut di Jakarta, kemarin, di sela-sela Kongres Nasional XII dan temu ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) yang berlangsung hingga Rabu (10/7).

Menurut Atmarita, anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan oleh pembentukan otak maupun tubuhnya tidak baik akibat gizinya buruk. "Berarti hal paling penting adalah pemenuhan gizi bayi sejak dalam kandungan sampai berusia lima tahun, dan bila tidak terpenuhi, pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak bagus. Anak dengan tubuh pendek, ia mengemukakan, berarti status gizi pada masa lalunya sudah kronis," jelas Atmarita.

Namun begitu, lanjutnya, sampai usia 18 tahun pun asupan gizi masih penting untuk pertumbuhan fisik anak. Jadi jika tubuh seseorang kurus, Atmarita menilai, hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi pada saat itu.

Bersama rekannya, dr Robert L Tiden, pakar gizi tersebut menganalisis masalah gizi di perkotaan yang dikaitkan dengan tinggi badan anak baru masuk sekolah.

Atmarita mengatakan, 62% lebih anak di perkotaan memiliki tinggi badan normal dari segi umur, sedangkan anak di pedesaan hanya 49%. Maka disimpulkan bahwa anak di perkotaan memiliki keadaan gizi lebih baik dibanding anak di pedesaan. Meski demikian, obesitas (gemuk sekali) pada anak di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding anak di pedesaan. Cuma, masalah itu mulai meningkat bukan saja di perkotaan, melainkan juga di pedesaan.

Atas dasar tersebut, Atmarita menegaskan, program perbaikan gizi sekarang harus diubah dengan memerhatikan faktor yang terkait dengan pola hidup penduduk di perkotaan maupun pedesaan.

Sebelumnya, Menkes Achmad Sujudi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Menkes Bidang Desentralisasi dan Kelembagaan Dini Latief merasa prihatin karena proporsi anak pendek di Indonesia masih cukup tinggi.

"Saya yakin, para ahli gizi mengetahui situasi ini karena di tiap wilayah telah difasilitasi dengan pemantauan status gizi," ulasnya.

Ia menambahkan sudah banyak penelitian yang menyimpulkan pentingnya gizi untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengikuti pendidikan sampai tingkat tertinggi.

Menkes mengutip pula sejumlah studi di Filipina, Jamaika, dan negara lainnya yang membuktikan, adanya hubungan yang sangat bermakna antara tinggi badan dan kemampuan belajar pada anak.

Bahkan, ujarnya, dihasilkan bahwa pemberian makanan tambahan pada anak bertubuh pendek berusia 9-24 bulan akan mampu meningkatkan kemampuan belajar anak ketika berusia 7-8 tahun.

Dibuktikan pula dari beberapa studi bidang ekonomi di Ghana maupun Pakistan mengenai pentingnya gizi untuk mendukung pembangunan. "Malah dengan menurunkan prevalensi anak pendek sebesar 10%, akan dapat meningkatkan 2%-10% proporsi anak yang mendaftar ke sekolah." (Rse/V-4)

Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0208/04/Iptek/kili22.htm

Pentingnya Gizi Untuk Perkembangan Anak Dan Bayi

2 Makanan Selingan Untuk Bayi Yang Bergizi, Resep Dan Cara Membuatnya

Makanan Selingan Untuk Bayi (Balita) Yang Baik dan Sehat, Resep Dan Cara Membuatnya - ANAK pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan termasuk pertumbuhan sel otak sehingga dapat tumbuh optimal dan cerdas, untuk ini makanan perlu diperhatikan keseimbangan gizinya sejak janin melalui makanan ibu hamil. Pertum-buhan sel otak akan berhenti pada usia 3-4 tahun. Pemberian makanan bayi balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.

Pembentukan pola makan bayi perlu diterapkan sesuai pola makan keluarga. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam hal ini harus mengetahui, mau, dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orangtua dan orang-orang di sekelilingnya dalam keluarga.
Makanan selingan tidak kalah pentingnya yang diberikan pada jam di antara makan pokoknya. Makanan selingan bayi dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi makan karena anak susah makan. Namun, pemberian yang berlebihan pada makanan selingan untuk bayi pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.

Jenis makanan selingan untuk bayi yang baik dan sehat adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, piza, dan lain-lain.

Manfaat makanan selingan untuk bayi balita
1). Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.
2). Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang dan malam).
3). Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anak pada usia balita.

Makanan selingan bayi yang baik dan sehat dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis dibandingkan jika dibeli di luar rumah. Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi, jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti hanya mengandung gula saja. Jenis Makanan ini jika diberikan terus-menerus sangat berbahaya. Jika sejak kecil hanya senang yang manis-manis saja maka kebiasaan ini akan dibawa sampai dewasa dan risiko mendapat kegemukan menjadi meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko pada usia yang relatif muda dapat terserang penyakit tertentu.

Resep dan Cara Membuat Makanan Selingan Untuk Bayi Yang Baik Dan Sehat

1.Makanan Selingan Bayi Cake Wortel Keju
Untuk : 20 buah
1 buah : 176 kalori

Bahan:
* 150 gr margarin
* 180 gr tepung terig* * 200 gr gula pasir
* 10 btr kuning telur
* 6 btr putih telur
* 100 gr wortel parut
* 100 gr keju parut
* 1 bks kaldu instan

Cara Membuat Makanan Selingan Untuk Bayi:
1. Mixer gula dan margarin hingga kental, masukkan kuning telur, mixer hingga rata, masukkan tepung terigu, kaldu instan, dan keju, aduk rata.
2. Sementara itu kocok putih telur hingga kaku, campur dengan adonan di atas, aduk rata.
3. Masukkan wortel parut, siapkan 9 buah cetakan bentuk ikan yang telah diolesi margarin, tuang adonan ke dalam masing-masing cetakan dan panggang dalam temperatur 180 derajat Celcius selama 30 menit, angkat.
4. Hidangkan.

2. Makanan Selingan Bayi Nugget Ikan
Untuk : 10 porsi
1 porsi : 127 kalori

Bahan:
* 250 gr ikan kakap
* 2 lbr roti tawar
* 2 btr telur ayam
* Garam secukupnya
* Sedikit pala
* Sedikit thyme (jika suka)

* 2 btr putih telur
* Tepung panir
* Minyak untuk menggoreng

Cara membuat Makanan Selingan Untuk Bayi:
1. Blender ikan, roti tawar dan telur, angkat.
2. Masukkan semua bumbu, aduk rata.
3. Ambil loyang, minyaki terlebih dulu, alasi dengan kertas roti lalu tuang adonan dan kukus selama lebih kurang 30 menit, angkat.
4. Setelah dingin dipotong-potong seperti bentuk jari atau bentuk binatang (sesuai selera) kemudian dipanir lalu celup ke putih telur dan dipanir lagi, setelah itu goreng dalam minyak panas sampai berwarna kecoklatan, angkat.
5. Hidangkan.

Itulah 2 Resep Dan Cara membuat makanan selingan untuk bayi yang baik dan sehat. Selamat mencoba.

2 Cara Membuat Makanan Selingan Untuk Bayi

Bayi Muntah Setiap Makan? Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Bayi Muntah Setiap Makan? Penyebab Dan Cara Mengatasinya - Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias bayi muntah setiap makan. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. "Sebenarnya, masalah bayi muntah setiap atau setelah makan ini tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebab bayi muntah setiap makan dan kemudian segera mengatasinya," kata dr. Kishore R.J, dari Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut. "Bisa karena bayi muntah proses menelannya belum bagus atau bayinya tak suka dengan makanan tersebut." Bila demikian, tak perlu khawatir, karena biasanya tak berlangsung lama, hanya pada awal-awal perkenalan makanan semi padat dan padat saja. Namun bila jika bayi muntah setelah makannan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.

PENYEBAB BAYI MUNTAH SETIAP MAKAN/SAAT MAKAN

1. REFLEKS MENELAN BELUM BAGUS

Bila karena refleks menelannya memang belum bagus, terang Kishore lebih lanjut, ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya, si bayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya. Namun bukannya bisa masuk, malah bayi memuntahkan makanannya. Seperti halnya bayi mau belajar merangkak, kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus. Sementara kalau dia mengisap ASI, tak jadi masalah, karena puting ada di belakang lidahnya. "Tentunya tak mungkin kita taruh makanan di belakang lidahnya, bukan?"

Adakalanya bayi merasa kesal karena tak bisa menelannya hingga ia pun menangis. "Seringkali bila hal ini terjadi, pengasuh atau orang tua malah memaksakan pemberiannya. Misal, dengan menaruh si bayi di posisi mendatar, lalu mencekoki makanannya. Otomatis akan membuat bayi muntah saat makan . Peristiwa ini berbahaya sekali, karena saat itu makanan bisa masuk ke saluran napas dan menyumbatnya hingga berakibat fatal."

Refleks menelan ini, papar Kishore, akan membaik dengan sendirinya. Tergantung kemampuan masing-masing bayi dalam menelan. Umumnya di atas usia 6 bulan.

Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat, kita bisa mengatasi agar bayi tidak muntah saat makan dengan mengencerkan lagi makanannya hingga mudah baginya untuk menelan. Misal, bubur susunya sedikit diencerkan lagi. Kalau sudah makan nasi tim, maka diblender lagi. Tentunya dengan menggunakan blender khusus untuk makanan bayi, bukan untuk cabai atau bumbu. "Lakukan secara bertahap. Misal, awalnya diblendernya selama 2 menit dan dilakukan selama 2 minggu. Setelah itu, diblendernya hanya 1 menit. Jadi, makin lama makin sebentar memblendernya." Hingga, makanan yang awalnya cair, seperti jus, lama-lama jadi agak kasar dan makin padat. Dengan demikian si bayi lambat laun jadi terlatih. Diharapkan di usia setahun dia bisa makan nasi lembek.

2. TAK KENAL DENGAN MAKANANNYA

Jika bayi tak kenal atau tak suka dengan makanannya, baik yang semi padat ataupun padat, tentu bayi akan memuntahkan makanan tersebut. "Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair. Sementara kini dia mulai mendapatkan makanan yang agak kental, semisal bubur susu, atau makanan agak padat, semisal nasi tim. Nah, karena tak kenal, pasti awalnya akan di muntahkannya," papar Kishore.

Bila demikian kejadiannya, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. "Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan, dia jadi menangis karena takut dijejalkan."

Tak ada batas toleransi sampai berapa lama. Namun tentunya bukan berarti si bayi didiamkan saja dengan diberi makanan cair terus. "Orang tua tetap harus melatihnya untuk menerima makanan padat, hingga nantinya anak mengenal makanan padat da tidak muntah setiap makan"

Selain itu, bila usianya sudah di atas setahun, tentunya konsumsi susu saja takkan mencukupi. Pemberian makanan padat tetap harus dilatih terus. Misal, bayi muntah saat makan makanan tertentu, esok atau lusa dicoba lagi. "Jika usianya sudah hampir setahun, ajak dia duduk bersama kalau orang tuanya sedang makan. Tak usah dia diberi makanan. Biasanya anak kecil cenderung meniru orang dewasa. Kalau dia melihat ayah dan ibunya makan, dia pun akan menirunya. Jika dia meminta makanan, asalkan tak pedas, berikan saja. Jangan dilarang-larang karena akan membuatnya trauma."

3. RASANYA BERBEDA

Ada pula bayi yang muntah setiap makan nasi dan menolak nasi tim karena rasanya yang berbeda. Jangan lupa, selama 6 bulan pertama, bayi kenalnya hanya rasa manis. Nah, nasi tim tak manis seperti halnya bubur susu, kan? Jadi, ada kemungkinan dia tak suka karena rasanya tak manis.

Kalau bayi tak suka karena tak mengenal rasa nasi tim tersebut, bisa diupayakan agar si bayi belajar mengenal rasa. Jadi, Bu-Pak, rasanya yang harus diubah dan divariasikan. Misal, awalnya nasi tim tersebut diberi tambahan glukosa atau yang paling mudah adalah kecap manis, hingga rasa nasi tim tersebut masih ada manisnya. Semakin lama, kecapnya agak dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi tim yang lain. Bayi Muntah juga bisa terjadi, misal, karena bayi kekenyangan makan atau minum ataupun karena bayinya mengulet hingga tekanan di perutnya tinggi, akibatnya susunya keluar lagi.

4. GANGGUAN SFINGTER

Sementara bila karena ada gangguan di saluran cernanya, terang Kishore selanjutnya, kita tahu bahwa pada saluran pencernaan itu ada saluran makan (esophagus), yang berawal dari tenggorokan sampai lambung. Nah, pada saluran yang menuju lambung ini ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung. Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Umumnya di atas usia 6 bulan. Namun, adakalanya di usia itu pun si bayi masih mengalami gangguan. Jadi, sifatnya sangat bervariasi. Tentunya, kalau sfingter tak bagus, maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar lagi dan menjadi penyebab bayi setiap makan. Gejalanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, terutama sehabis disusui. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang. Ingat, cairan selalu mencari tempat yang paling rendah, bukan? Begitupun bila setiap kali diberi makanan padat muntah, harus dicurigai sfingter-nya tak bagus. Apalagi bila berat badan bayinya tak naik-naik, misal selama 1-2 bulan.

Kadang ada juga sfingter dengan gangguan, yang disebut hipertropi pylorus stenosis, yaitu adanya otot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus, akhirnya menyebabkan bayi muntah saat makan. Gejalanya, tiap kali diberikan makanan padat bayi akan muntah. Tapi kalau makanan cair tidak. Selain itu, berat badannya pun sulit naik. Jika gangguannya berat, makanan cair pun biasanya tak bisa lewat, hingga menganggu pertumbuhan si bayi karena tak ada penyerapan makanan.
Biasanya kalau kejadiannya demikian, harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar.

Namun kalau gangguannya ringan saja, misal, bayi muntahnya jarang dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan rontgen atau USG ditemui hipertropi sfingter ringan, berat badan anak tetap naik. Biasanya kalau kasusnya demikian, tindakan operasi bisa ditunda. Diharapkan dengan bertambahnya usia, bayi mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun.

Pada beberapa bayi, refleks menelannya mungkin akan tetap tak bagus bila ada kelainan saraf. Hal ini biasanya tak berdiri sendiri, tapi ada penyakit lain, semisal terkena radang otak, tumor, atau infeksi pada saraf, sehingga kontrol pergerakan ototnya tak ada. "Sejauh ini, bila terjadi demikian, tak dapat diperbaiki. Mungkin bayi terpaksa pakai selang untuk memasukkan makanannya sampai kapan pun.

Meski sekarang ada teknik-teknik yang merangsang otot-ototnya dengan fisioterapi tapi hasilnya tidak memuaskan," terang Kishore.

Cara Menangani Bayi Muntah Setiap Makan/Saat Makan

Jika bayi muntah setiap makan, saran Kishore, cepat miringkan tubuhnya, atau diangkat ke belakang seperti disendawakan atau ditengkurapkan agar muntahannya tak masuk ke saluran napas yang dapat menyumbat dan berakibat fatal.

Jika muntahnya keluar lewat hidung, orang tua tak perlu khawatir. "Ini berarti muntahnya keluar. Bersihkan saja segera bekas muntahnya. Justru yang bahaya bila dari hidung masuk lagi terisap ke saluran napas. Karena bisa masuk ke paru-paru dan menyumbat jalan napas. Jika ada muntah masuk ke paru-paru tak bisa dilakukan tindakan apa-apa, kecuali membawanya segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut."

Makanan Semi Padat Bukan Makanan Pokok 

Pada prinsipnya, terang Kishore, makanan utama bayi adalah ASI. Namun bila karena suatu sebab terpaksa si bayi tak bisa memperoleh ASI, maka makanan utamanya adalah susu formula. Walaupun, untuk bayi, tetap yang dianjurkan adalah ASI eksklusif. Dalam pelaksanaan ASI eksklusif ini, ada yang menganut sampai usia bayi 4 bulan, ada juga yang sampai 6 bulan.

Namun kini para dokter anak banyak yang menganjurkan ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Selain karena ASI tak tergantikan, juga dengan bayi terus menyusu maka ASI pun dapat terus diproduksi. Juga diharapkan di usia 6 bulan ini bayi dapat menelan lebih bagus. "Kita tahu bahwa proses menelan bayi belum terlalu baik. Sementara kalau mengisap, tak jadi masalah karena ia meletakkan puting susu ibu di belakang lidahnya, selain juga punya refleks mengisap."

Meski, paparnya, ada juga ahli yang berpendapat tentunya ada kerugian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Karena bayi jadi terlambat diperkenalkan makanan di luar ASI.

Dari segi kecukupan nutrisi, pemberian ASI atau susu formula saja bagi bayi di bawah usia setahun sebetulnya cukup, karena memang itulah makanan pokoknya. Sedangkan makanan semi padat, seperti bubur susu, biskuit, buah, atau nasi tim, merupakan makanan tambahan dan bila bayi belum terbiasa memakannya maka membuat bayi muntah setiap makan. "Kita hanya memperkenalkan makanan semi padat agar nantinya dia bisa mengkonsumsi makanan padat. Karena setelah usia setahun, susu bukan lagi makanan pokok."

Jadi tak perlu khawatir bila bayi muntah setiap makan atau saat makan dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Dedeh

Sumber: http://www.tabloid-nakita.com/

Bayi Muntah Setiap Makan? Penyebab Dan Cara Mengatasinya

9 Rasa Ketakutan/Fobia Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

Rasa Ketakutan/Fobia Pada Anak Dan Cara Mengatasinya - Wajar jika batita atau anak memiliki rasa takut. Yang jelas, orang tua harus membantu mengatasi ketakutannya, karna jika tidak anak bisa mengalami fobia.

Ketakutan, kata dr. Ika Widyawati, SpKJ dari Bagian Psikiatri FKUI- RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu individu melindungi dirinya dari suatu bahaya sekaligus memberi pengalaman baru. Pada sejumlah batita, rasa takutnya masih sebatas pada hal-hal spesifik seperti takut pada anjing, gelap, atau bertemu orang asing.

Yang kerap terjadi, jelas psikiater ini, ketakutan anak justru muncul karena "ditularkan" orang tuanya. Karena takut pada sesuatu atau kondisi tertentu, "Tanpa sadar orang tua akan melarang anak dengan cara menakut-nakutinya." Misanya, "Awas ada kucing, nanti kamu dicakar!" Akibatnya, anak merasa terancam alias tidak aman setiap kali melihat kucing. Padahal, umumnya kucing hanya akan marah dan mencakar jika diganggu.

Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya. Untungnya, seperti dijelaskan Ika, rasa takut ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. "Saat anak merasa aman dengan dirinya sendiri maupun lingkungannya, hilanglah rasa takut tadi. Tentu saja perlu dukungan orang tua."

Yang jadi masalah adalah bila rasa takut mengendap dan tak teratasi sehingga berpengaruh pada aktivitas sehari-hari anak. "Bahkan bisa mengarah jadi ketakutan yang bersifat patologis. Malah bisa fobia alias ketakutan berlebih karena pernah mengalami kejadian tertentu." Misalnya, gara-gara takut tikus, tiap kali melihat hewan itu, ia akan menjerit ketakutan. "Tapi umumnya jarang muncul pada anak batita, kok," jelas Ika.

Berikut 9 jenis rasa takut yang kerap dialami anak dan tips mengatasinya:

1. TAKUT BERPISAH (SEPARATION ANXIETY)

Anak cemas harus berpisah dengan orang terdekatnya. Terutama ibunya, yang selama 3 tahun pertama menjadi figur paling dekat. Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu kandung, melainkan pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat dengan anak.

Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, biasanya akan berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di usia 2 tahunan, kala sudah bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru akan jadi masalah bila si ibu kelewat melindungi/overprotektif atau hobi mengatur segala hal, hingga tak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain.

Perlakuan semacam itu justru akan membuat kelekatan ibu-anak terus bertahan dan akhirnya menimbulkan kelekatan patologis sampai si anak besar. Akibatnya, anak tak mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, diikuti si anak terus. Repot, kan? Belum lagi ia jadi susah makan dan sulit tidur jika bukan dengan ibunya.

Cara Mengatasi:
Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu harus pergi/bekerja. Begitu juga penjelasan tentang waktu meski anak usia ini belum sepenuhnya mengerti alias belum tahu persis kapan pagi, siang, sore, dan malam serta pengertian mengenai berapa lama masing-masing tenggang waktu tersebut. Akan sangat memudahkan bila orang tua menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Semisal, "Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah pulang." Jika tak bisa pulang sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat telepon. Sebab, anak akan terus menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut anak. Ia akan terus cemas bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang

2. ANAK TAKUT MASUK "SEKOLAH"

Bukan soal mudah melepas anak usia batita masuk playgroup. Sebab, ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Padahal, tak semua anak bisa gampang beradaptasi. Dari pihak orang tua, tidak sedikit pula yang justru tak rela melepas anaknya "sekolah" karena khawatir anaknya terjatuh kala bermain atau didorong temannya.

Cara Mengatasi:
Orang tua tetap perlu mengantar anak ke "sekolah" karena ini menyangkut soal pembiasaan. Kalaupun di hari-hari berikutnya ada sekolah-sekolah yang bersikap tegas hanya membolehkan orang tua menunggu di luar, sampaikan informasi ini pada anak. Guru pun harus bisa menarik perhatian anak agar tidak terfokus pada ketiadaan pendampingan orang tuanya dengan bermain. Di saat asyik bermain dengan teman-temannya niscaya ia akan lupa.

3. TAKUT PADA ORANG ASING

Di usia-usia awal, anak memang mau digendong/dekat dengan siapa saja. Namun di usia 8-9 bulan biasanya mulai muncul ketakutan atau sikap menjaga jarak pada orang yang belum begitu dikenalnya. Ini normal karena anak sudah mengerti/mengenali orang. Ia mulai sadar, mana orang tuanya dan mana orang lain yang jarang dilihatnya.

Cara Mengatasi:
Di usia batita seharusnya rasa takut pada orang asing sudah mulai berangsur hilang karena, toh, ia sudah bereksplorasi. Semestinya anak sudah memperoleh cukup pengetahuan untuk menyadari bahwa tak semua orang asing/yang belum begitu dikenalnya merupakan ancaman baginya.

Biasanya, justru karena orang tua kerap menakut-nakuti, sehingga anak bersikap seperti itu. "Awas, jangan deket-deket sama orang yang belum kamu kenal. Nanti diculik, lo!" Memang boleh-boleh saja orang tua menasehati anak untuk berhati-hati/bersikap waspada pada orang asing, tapi sewajarnya saja dan bukan dengan cara menakut-nakutinya.

4. TAKUT PADA DOKTER

Mungkin pernah mengalami hal tak mengenakkan seperti disuntik, anak jadi takut pada sosok tertentu. Belum lagi kalau orang tua rajin "mengancam" setiap kali anak dianggap nakal. "Nanti disuntik Bu Dokter, lo, kalau makannya enggak habis!" atau "Nanti Mama bilangin Pak Satpam, ya!

Cara Mengatasi:
Izinkan anak membawa benda atau mainan kesayangannya saat datang ke dokter sehingga ia merasa aman dan nyaman. Di rumah, orang tua bisa membantunya dengan menyediakan mainan berupa perangkat dokter-dokteran. Biarkan anak menjalani peran dokter dengan boneka sebagai pasiennya. Secara berkala ajak anak ke dokter gigi untuk menjaga kesehatan giginya. Tak ada salahnya juga mengajak dia saat orang tua atau kakak/adiknya berobat gigi. Dengan begitu anak memperoleh infomasi bagaimana dan ke mana ia harus pergi untuk menjaga kesehatan giginya. Lambat laun ketakutannya pada sosok dokter justru berganti menjadi kekaguman.

5. TAKUT HANTU

"Hi, di situ ada hantunya. Ayo, jangan main di situ!" Gara-gara sering diancam dan ditakuti seperti itu, batita yang sebetulnya belum mengerti sama sekali tentang hantu, jadi tahu dan takut. Bisa juga karena ia menonton film horor di televisi.

Cara Mengatasi:
Jauhkan anak dari tontonan tentang hantu. Orang tua pun seyogyanya jangan pernah menakut-nakuti anak hanya demi kepentingannya. Bisa pula dengan membelikan buku-buku cerita atau tontonan anak mengenai karakter hantu atau penyihir yang baik hati.

6. TAKUT GELAP

Biasanya juga gara-gara orang tua. "Mama takut, ah. Lihat, deh, gelap, kan?" Takut pada gelap bisa juga karena anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila pengalaman pahit itu begitu membekas, bukan tidak mungkin rasa takutnya akan menetap sampai usia dewasa. Semisal keluar keringat dingin atau malah jadi sesak napas setiap kali berada di ruang gelap atau menjerit-jerit kala listrik mendadak padam.

Cara Mengatasi:
Saat tidur malam, jangan biarkan kamarnya dalam keadaan gelap gulita. Paling tidak, biarkan lampu tidur yang redup tetap menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda kesayangannya tetap menemaninya, seolah bertindak sebagai penjaganya hingga anak tak perlu takut.

7. TAKUT BERENANG

Sangat jarang anak usia batita takut air. Kecuali kalau dia pernah mengalami hal tak mengenakkan semisal tersedak atau malah nyaris tenggelam saat berenang hingga hidungnya banyak kemasukan air.

Cara Mengatasi:
Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal, awalnya biarkan anak sekadar merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air di kolam mainan sambil tetap mengenakan pakaian renang. Bisa juga dengan memasukkan anak ke klub renang yang ditangani ahlinya. Atau dengan sering mengajaknya berenang bersama dengan saudara/teman-teman seusianya. Tentu saja sambil terus didampingi dan dibangun keyakinan dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, hingga tak perlu takut. Kalaupun anak tetap takut, jangan pernah memaksa apalagi memarahi atau melecehkan rasa takutnya. Semisal, "Payah, ah! Berenang, kok, takut!"

8. TAKUT SERANGGA

Tak sedikit anak yang takut pada jangkrik, kecoa atau serangga terbang lainnya. Sebetulnya ini wajar, hingga orang tua jangan tambah menakut-nakutinya, "Awas, nanti ada kecoa, lo." Hendaknya justru bisa memahami karena anak usia ini mungkin saja menemukan banyak hal yang dapat membuatnya takut.

Cara Mengatasi:
Boleh saja orang tua memberi pengenalan tentang alam binatang pada anak. Tak perlu kelewat detail seperti halnya profesor memberi kuliah. Tugas orang tua sebatas memahami ketakutan anak sekaligus membantunya merasa aman. Boleh saja katakan, "Ayah tahu kamu takut jangkrik." Cukup segitu dan jangan paksa anak berada terus-menerus dalam pembicaraan mengenai rasa takutnya. Jangan pula memaksa anak bersikap sok berani menghadapi ketakutannya. "Belum saatnya mencobakan anak melihat atau malah menyentuhkan serangga yang ditakutinya. Ini hanya akan membuat anak semakin takut." Bila dipaksakan terus, anak malah bisa fobia pada serangga. Biarkan anak tertarik dengan sendirinya dan biasanya ini terjadi setelah anak berusia 2 tahunan. Jika anak memang takut kala ada serangga yang terbang di dekatnya, bantulah untuk mengusirnya bersama

9. TAKUT ANJING

Wajar anak batita takut anjing mengingat penampilan binatang ini memang terkesan galak dengan gonggongan dan tampang yang garang. Belum lagi kebiasaannya suka melompat, menjilat atau malah mengejar. Tugas orang tualah untuk memahami sekaligus membantu anak mengatasi ketakutannya.

Cara Mengatasi:
Tak harus memaksa anak memelihara anjing atau mendorong anak menghadapi rasa takutnya dengan terus-menerus memberi 'ceramah', semisal "Ngapain, sih, takut sama anjing. Anjingnya, kan, baik." Menihilkan ketakutan anak justru akan membuat anak semakin takut dan bukan tidak mungkin akhirnya malah berkembang jadi fobia yang sulit diatasi.

Bila anak memang takut dan ketika berjalan bertemu anjing, pegangi tangannya untuk meyakinkannya ia bisa aman melewati binatang yang ditakutinya bersama orang tuanya. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak aman dari temperamen binatang yang relatif sulit diduga. Bisa juga dengan menunjukkan keakraban antara anjing sebagai hewan peliharaan dengan majikannya lewat cerita/dongeng. Atau kenalkan pada anjing tetangga dan tak ada salahnya meminta si pemilik memperlihatkan bagaimana menjalin keakraban dengan anjingnya tanpa harus merasa takut.

9 Rasa Ketakutan/Fobia Pada Anak Dan Cara Mengatasinya