Kedai Gado-Gado: Ibu Dan Anak

Halaman

Apakah bunda masih menggunakan suntik KB 3 bulan sekali, atau sudah berhenti menggunakannya? Lalu apa efek samping suntik KB 3 bulan bagi perubahan tubuh bunda. Nah disini saya akan memberikan ulasannya untuk bunda dan mama mengenai semua itu yaitu tentang Suntik KB 3bulan sekali.

6 Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan, Apakah Bahaya Jika Berhenti?

Melakukan suntik KB 3 bulan sekali adalah alat kontrasepsi yang mengandung progestin yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh ovarium. Setelah melakukan suntik kb 3 bulan progestin menimbulkan efek yang dapat menebalkan leher rahim sehingga sperma sulit bergerak menuju ke dalam rahim.

Keuntungan penggunaan suntik KB 3 bulan ini relatif aman saat ibu menyusui dan tidak memberikan efek pada produksi ASI pada ibu, selain itu jika anda ingin berhenti suntik kb 3bulan tak perlu repot cukup bunda menghentikannya saja pemakaian kb pada saat itu juga. Namun yang perlu bunda tau ada beberapa efek suntik kb 3 bulan yang harus diketahui.

Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan

1. Siklus menstruasi

Perubahan pada siklus menstruasi  adalah efek samping yang sering terjadi pada wanita setelah melakukan suntik KB 3 bulan. Suntik KB dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih panjang atau lebih pendek yang kadang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya. Namun bunda jangan khawatir karena efek samping  seperti ini.

2. Kenaikan berat badan

Berat badan akan naik saat menggunakan kb suntik 3 bulan, kenaikan badan bertambah antar 1 sampai 2 kg per tahun. Untuk itu penting buat bunda untuk mengatur pola makan yang sehat agar badan terjaga danvtetap ideal.

3. Gairah menurun

Semakin bertambahnya kadar lemak membuat kadar air berkurang dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan Misv menjadi lebih kering. Kondisi ini mampu menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan yang sering membuat gairah menurun bagi sebagian wanita.

4. Sakit kepala, nyeri pyudara

Kejadian ini merupakan efek samping yang timbul dari perubahan hormonal setelah melakukan suntik progestin ke dalam tubuh. Untuk mengurangi nyeri akibat efeksamping ini bunda bisa minum parasetamol.

5. Sakit dab nyeri saat menstruasi

Sebelum melakukan suntik kb 3 bulan saat datang menstruasi tidak merasa nyeri, namun setelah pemakean suntik KB 3 bulan menstruasi terasa sakit dan nyeri maka alangkah baiknya konsultasikan ke dokter tentang masalah ini.

6. Berjerawat

Perubahan yang juga sering terjadi akibat KB suntik 3 bulan yaitu dapat memberikan efek samping seperti, penyumbatan pori pori sehingga munculnya jerawat. Hal ini disebabkan oleh Hormon progestin yang menimbulkan kelenjar minyak dan lemak di wajah menjadi berlebihan.

Selain masalah di atas, kembalinya menstruasi akan cukup lama karena efek samping berhenti KB suntik 3 bulan. Menstruasi dapat terjadi kembali rata-rata 6-12 bulan setelah berhenti suntik KB dan jika sudah melewati 6-12bulan maka terjadi kondisi kesuburan yang normal.

Jadi jika bunda ingin berhenti menggunakan kb suntik 3 bulan, bunda tinggal menghentikannya saja kapan pun yang bunda inginkan.

Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. terimakasih..

Sumber referensi:
Popmama.com
Alodokter.com

6 Efek Samping Suntik Kb 3 Bulan, Apakah Bahaya Jika Berhenti?

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik - Batuk pada anak atau bayi tentu saja membuat kondisinya tidak tenang ketika menjelang tidur, apalagi jika batuk tersebut disertai pilek, flu dan batuk berdahak.

Seorang ibu tentu perlu memberikan perhatian khusus pada anak yang menderita batuk dan memberikannya obat batuk yang bagus dan aman. Saat ini banyak obat batuk anak di apotik yang bisa ibu berikan ketika anak menderita batuk. Nah berikut di bawah ini rekomendasi dan merek obat batuk untuk anak yang bagus di apotik.

1. Hufagripp

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Hufagripp Batuk Pilek (BP) adalah obat batuk anak yang bisa kita temukan di apotik. Obat ini cocok digunakan untuk meringankan batuk tidak berdahak, pilek dll dan juga bisa dikonsumsi untuk meringankan gejala flu seperti hidung tersumbat dan bersin-bersin yang dibarengi dengan batuk kering pada anak.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • 2-6 tahun: 3x½ sendok takar sehari.
  • 6-12 tahun: 3×1 sendok takar sehari.
  • Dewasa dan di atas 12 tahun: 3×2 sendok takar sehari.
  • Di bawah 2 tahun: harus dengan petunjuk dokter.


2. Vicks Formula 44 Anak

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Vicks Formula Anak-Anak adalah obat batuk anak yang bagus dan mengandung dextromethorphan HBr Dextromethorphan yang bekerja dengan menekan pusat batuk di otak dan mengurangi reaksi batuk tidak berdahak. Obat ini Didesain untuk meredakan batuk akibat masuk angin, infeksi saluran nafas, peradangan pada hidung, maupun radang tenggorokan. Cocok untuk mengobati batuk tidak berdahak atau berdahak yang disertai dengan alergi.

Obat batuk anak sirup ini hanya tersedia rasa stroberi dan mudah kita jumpai di apotik. Dengan rasa manisnya sudah pasti anak-anak tidak akan takut untuk minum obat batuk.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Gunakan setiap 4 jam sesuai kebutuhan, sampai 6 x sehari.
  • Dewasa : 12 tahun ke atas : 2 sendok takar (10 mL)
  • Anak-anak : 6 - 12 tahun : 1 sendok takar (5 mL)
  • Atau gunakan sesuai petunjuk dokter.

3. Triaminic Ekspektoran

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Selanjutnya obat batuk anak di apotik adalah Triaminic Ekspektoran dan Pilek juga bisa jadi pilihan obat batuk yang cocok untuk anak jika si kecil mulai memperlihatkan gejala batuk berdahak. Triaminic Ekspektoran dan Pilek dapat mengatasi gejala pilek seperti bersin-bersin, hidung tersumbat serta batuk dan nafas tersendat akibat masuk angin

Obat batuk anak sirup dengan rasa lemon ini mengandung Pseudoephedrine HCl dan Guaifenesin. Pseudoephedrine bekerja dengan melebarkan saluran pernapasan dan menyempitkan pembuluh darah, terutama yang menuju rongga hidung dan tenggorokan. Sedangkan Guaifenesin bekerja dengan mengumpulkan dahak dan mempercepat pengeluarannya.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Anak Umur di atas 12 tahun : 1 hari, 3x.
  • Anak Umur 6 -12 tahun : 1 hari, 3 x 1 sendok
  • Anak Umur 2-5 tahun : 1 hari, 3 x ½ sendok

4. OBH Combi Anak Batuk Plus Flu

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

OBH Combi dikenal sebagai obat batuk bagi dewasa. Tetapi ternyata OBH Combi juga tersedia untuk anak-anak yang bisa meredakan batuk pada anak. Selain itu juga bisa untuk gejala batuk yang disertai flu, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, dan bersin-bersin

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu mengandung Paracetamol, yang bekerja sebagai pereda demam sekaligus mengurangi rasa nyeri di kepala. Kandungan Ekstrak Succus Liquiritiae dan Ammonium Chloride bekerja membantu mengencerkan dahak dan kandungan Pseudoephedrine, bisa mencegah hidung tersumbat karena pilek dan flu. Ada juga Chlorpheniramine Maleate yang bekerja mengatasi alergi karena gatal di tenggorokan.

Aturan Pakai dan Dosis:

  • Kocok dahulu sebelum digunakan, dan minum setelah makan.
  • Anak-anak di atas 12 tahun = 1 hari 3 x 3 sendok takar ( 5ml)

5. Termorex Plus

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Termorex Plus serupa dengan OBH Combi Anak Batuk Plus Flu yang mengandung paracetamol. Obat batuk ini membantu meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk. Obat batuk anak dengan rasa jeruk ini bebas alkoholl dan juga sangat aman dikonsumsi oleh anak mulai dari usia 2 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan:
Anak-anak 2-5 tahun diminum 3 kali sehari 1 sendok takar dan anak-anak 6-12 tahun diminum 3 kali sehari 2 sendok taka. diminum sesudah makan untuk mengurangi kemungkinan nyeri pada lambung.

6. Obat batuk Sirup Anakonidin

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Pada dasarnya obat Anakonidin Sirup merupakan obat yang dapat digunakan untuk meredakan dan mengatasi batuk pada anak-anak. Namun obat batuk sirup ini juga dapat membantu meringankan beberapa gejala penyakit lain seperti sakit kepala, bersin-bersin, dan hidung tersumbat.

Obat batuk Sirup Anakonidin merupakan salah satu dari obat batuk anak yang tidak mengandung alkohol dan mengandung Glyceryl Guaiacolate, Chlorpheniramine Maleate dan Dextromethorphan HBr. Sangat aman bagi anak yang sudah mulai menunjukan gejala batuk yang disertai sakit kepala.

Cara Pakai dan Dosis:
  • Dosis anak usia 2–5 tahun : sehari 3 x 1 sendok takar (5 ml).
  • Dosis anak usia 6–12 tahun : sehari 3 x 2 sendok takar (10 ml).
Itulah rekomendasi merek obat batuk anak yang bagus dan cocok untuk mengobati batuk pada anak. Anda juga dapat dengan mudah menemukannya di apotik-apotik terdekat. Terimakasih

6 Merk Obat Batuk Untuk Anak Yang Bagus di Apotik

Banyak yang berkata bahwa saat hamil tidak boleh makan durian atau duren. Karena jenis buah ini bisa memembuat keguguran jika di konsumsi oleh ibu hamil. Benarkah demikian?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Penjelasannya

Menurut dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, khusus spesialis kebidanan dan kandungan. Sebenarnya boleh ibu hamil makan durian, asalkan calon ibu tersebut tidak memiliki penyakit seperti maag, karena Durian dapat memproduksi gas pada lambung sehingga calon ibu yang memiliki penyakit maag bisa menimbulkan efek perut kembung dan mual. Sebab, sakit maag yang dideritanya menjadi kambuh.

Namun, beberapa penelitian juga mengatakan bahwa durian didalamnya memiliki kandungan efek antioksidan, durian juga berkhasiat sebagai antimikroba, antibakteri, dan antijamur yang juga sangat menguntungkan untuk kehamilan. Selain itu, durian juga mengandung banyak serat, sehingga baik untuk mencegah konstipasi yang sering terjadi pada ibu hamil. Durian juga kaya akan zat besi dan mineral lainnya, seperti magnesium, tembaga, dan mangan. Zat besi dan tembaga pada durian dapat membantu proses pembentukan sel darah merah di dalam tubuh, yang penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Tetapi ibu hamil yang mengidap penyakit maag dan diabetes kehamilan (diabetes gestasional) tidak dianjurkan untuk mengonsumsi dan makan durian karena kandungan gulanya yang tinggi. Ini adalah kondisi di mana saat ibu hamil memiliki tingkat glukosa darah lebih tinggi dari normal.

Lalu berapa porsi dan batasan makan Durian untuk ibu Hamil? 
Sebenarnya, tidak ada batasan yang pasti terkait konsumsi durian saat hamil. Ini karena ibu hamil harus tahu sendiri batasannya. Artinya, ibu hamil hanya disarankan untuk mengonsumsi durian secukupnya atau sekadar mencicipinya sedikit saja. Sebab, asupan utama saat ibu hamil adalah ikan, daging, sayur, dan telur.

Itulah seputar tentang durian untuk ibu hamil, jadi bunda sudah mendapat jawaban terkait pertanyaan bolehkah ibu hamil makan durian? apakah saat hamil boleh makan durian? dan juga dampak dan bahaya makan durian saat hamil. Semoga artikel di atas bisa memecahkan jawabannya. Namun bunda juga harus tetap waspada dan harus hati-hati dalam menjaga kandungan dan janin saat hamil.

Sumber artikel di ambil dari berbagai situs kedokteran dan kesehatan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Penjelasannya

Dokter, Istri saya berhenti haid setelah melahirkan, apa mungkin istri hamil lagi? sedangkan dia masih memberikan ASI kepada si bayi..


Menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami merupakan salah satu metode untuk menunda kehamilan secara alami. Selain menggunakan alat kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui. Metode kontrasepsi (KB) alami ini disebut juga MAL (metode amenorea laktasi). Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa dengan menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami, kehamilan dapat dicegah. Wanita yang menyusui anaknya akan memiliki jangka waktu yang lebih lama untuk mendapatkan masa haidnya kembali dibandingkan wanita yang tidak menyusui anaknya. Hal ini dikarenakan hormon prolaktin yang berfungsi memicu produksi ASI ternyata juga menghambat proses ovulasi sel telur sehingga haid tidak terjadi. Wanita yang tidak menyusui anaknya memiliki kemungkinan hingga 91% akan mengalami haid pada bulan ketiga sejak persalinan, sedangkan wanita yang menyusui anaknya hanya memiliki posibilitas 33%. Hal ini tentunya dipengaruhi juga oleh kondisi hormonal yang berbeda-beda. Kontrasepsi dengan Metode Amenorea Laktasi (MAL) sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu menyusui bayi anda secara eksklusif hingga lebih dari 8 kali per hari. Lakukan metode ini selama bayi anda di bawah usia 6 bulan dan hentikan bila anda telah mendapatkan haid anda kembali. Keberhasilan metode ini sebagai kontrasepsi berkisar 98-99%.

Pada saat menyusui bayi, tubuh ibu tak mampu menghasilkan sel telur yang matang. Jadi meskipun sel sperma berhasil masuk, sel telur yang ada tidak siap untuk dibuahi. Alhasil, kehamilan pun tidak terjadi. Memang efek menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang kembali haid setelah satu bulan berhenti menyusui, namun ada juga wanita yang harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapat haid lagi. Namun begitu, pada beberapa kasus, tidak jarang terjadi kehamilan diluar rencana. Hal ini dapat terjadi bila haid yang tak kunjung muncul itu bisa saja karena ibu telah hamil lagi. Jika seorang ibu ingin menggunakan MAL, ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi agar berjalan efektif, yaitu memberikan ASI secara eksklusif, ibu belum sejak melahirkan mendapatkan menstruasi, dan bayi belum berusia enam bulan. Jika salah satu dari kriteria ini tidak dipenuhi, maka penggunaan kontrasepsi dengan cara MAL akan berpeluang gagal. Pada beberapa kasus, kehamilan dapat tetap terjadi meski ibu memberi ASI eksklusif, karena efektifitas menyusui sebagai kontrsepsi alami memang tidak mencapai 100%, artinya masih ada peluang kecil untuk tetap hamil selama menyusui. Tetapi memang seorang ibu yang memberikan ASI eksklusif atau memilih cara menyusui sebagai kontrasepsi (KB) alami akan menjadi lebih tidak subur selama 6 bulan pertama setelah melahirkan.

Itulah mengenai penjelasan ibu tidak haid setelah melahirkan dan saat menyusui secara alami dapat menjadi (KB) kontrasepsi alami untuk menunda kehanilan lagi. Jadi bunda tidak usah khawatir yah soal telat haid/datang bulan ini.

Menyusui Sebagai Kontrasepsi (KB) Alami, Tidak Haid Setelah Melahirkan

Kenali 7 Tanda-Tanda Kehamilan Yang Bunda Harus Tau

Kenali tanda-tanda kehamilan. Siapa sih yang gak pengen punya anak atau momongan atau pun parang orang tua kita yang pengen banget punya cucu dari kita.

Sebuah kehamilan memang kadang bikin orang takut apa lagi buat para pasangan yang belum menjalin ke pernikahan ya kan! buat para pengantin baru aja terkadang sebuah kehaimilan menjadi hal yang tabu bagi mereka yang baru saja menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Sebelumnya saya ucapkan untuk para pasangat yang baru saja menjelang pernikahan, semoga kehidupan baru anda bersama pasangan selalu dalam kesejahtraan Tuhan Yang Maha Esa, amin. buat para wanita dan kaum hawa lainnya, pasti ada sebagian yang belum tahu tanda-tanda kehamilan pertama kali? pengen tahu tanda-tanda kehamilan? yuk cari tahu aja di sini! berikuti ini tanda-tanda atau ciri-ciri kehamilan:

  1. Tidak datangnya menstruasi  atau datang bulan, bagi para wanita yang selalu memperhatikan kapan dan hari apa menstruasi atau datang bulan akan datang pasti akan selalu timbul pertanyaan apakah sedang menjalani kehamilan atau tidak. namun ada juga menstruasi atau datang bulan yang tidak beraturan.
  2. Rasa mual, lemah dan muntah, rasa mual biasanya bisa muncul karena salah konsumsi makanan atau minuman yang tidak cocok dengan tubuh, jadi hal ini juga bisa timbul pada saat anda bagi kaum hawa yang akan menjalani kehamilan.
  3. Sering buang air kecil, biasnya para wanita hamil sering keluar masuk kamar mandi untuk membuang air kecil, hal ini biasanya di sebabkan oleh rahim yang membesar dan kemudian menekan kandungan kemih.
  4. Perubahan kulit pada bagian wajah, wajah akan terlihat hitam biasanya di sebut juga kloasma, kloasma adalah warna kecoklatanpada kulit wajah yang merata dan disebabkan oleh hormon kehamilan yang menimbulkan  peningkatan produksi pigmen melanin. hal ini sering juga disebut “topeng kehamilan”, namun jangan khawatir kulit akan kembali normal setelah melahirkan.
  5. Buah dada terasa lunak pada awal kehamilan, biasanya hal ini sering di sebabkan oleh persiapan memberi makanan bayi, dan juga kadar hormon yang meningkat, sehingga buah dada terasa lunak dan membesar.
  6. Sering terjadi kram pada bagian perut, kram perut pada saat hamil biasanya di sebabkan adanya peregangan otot-otot rahim untuk mempersiapkan tempat bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
  7. Perubahan warna kulit pada bagian area wanita, selain pada wajah biasnaya juga warna kulit akan berubah pada bagian area wanita seperti pada daerah sekitar putting susu dan alat kelamin, yang akan berubah menjadi semakin gelap.


Nah, sudah pada tahu bukan tanda-tanda atau ciri-ciri kehamilan, agar lebih pasti dan lebih tahu apakah hamil atau tidak, bisa juga gunakan alat test kehamilan yang bisa di dapat dengan mudah di apotik-apotik didekat anda, apabila merasakan sesuatu yang jangal atau merasa kehamilan anda tergangu segeralah hubungi dokter untuk memastikannya. Terimakasih telah membaca artikel tentang Kenali tanda-tanda kehamilan, semoga artikel ini bisa bermanfaat buat para calon ibu dan para pembaca lainnya.

Kenali 7 Tanda-Tanda Kehamilan Yang Bunda Harus Tau

Cara Mengatasi Diare pada Bayi
Bayi Diare

Cara Mengatasi Diare pada Bayi. Sebuah hal yang paling indah dalam sebuah keluarga adalah saat seorang malaikat kecil lahir ke duni, penuh senyum, haru, sedih, dan rasa bahagia yang terlihat. Namun hal itu terkadang ada saja yang sewaktu-waktu meyerang malaikat kecil itu, salah satunya yaitu penyakit.

Banyak penyakit yang dapat menyerang tubuh manusia baik pada tubuh orang dewasa maupun tubuh anak kecil seperti bayi sekalipun. Salah satu penyakit yang bias menyerang bayi ketika tidak terlalu terjaga dengan lingkungannya adalah diare, hal ini bisa menjadi berbahaya jika tidak diatasi dengan baik. Jangan panik jika bayi kalian tiba-tiba terkena diare, karena penyakit apapun bisa di cegah dengan berbagai cara apa lagi penyakit diare. Pengen tahu bagai mana mengatasi diare pada bayi ? berikut ini ada beberapa cara agar bayi bisa terobati dari penyakit diare.

Makanan Sederhana
kadang kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk anak ketika terserang penyakit ini, dan saat sakit kita selalu melalaikan tentang makanan yang dia makan sehingga sering kali kita selalu member bayi makan dengan sereal kompleks atau makanan bayi saat diare, padahal ini tidak baik buat bayi, dan sebaiknya ganti menu makanan bayi kalian dengan makanan yang sobat  masak sendiri seperti bubur, apel kukus, atau pisang.

Cairan Untuk Bayi
Terkadang Saat diare, bayi akan kehilangan banyak cairan dari tubuhnya sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Maka bila hal ini terjadi dan jika bayi Anda masih meminum ASI, maka berilah dia ASI secara reguler.Untuk membantu bayi agar terhindar dari dehidrasi pada tubuh bayi.

Pijat Gusi
Namun kadang pula diare pada bayi dikarenakan rasa sakit karena tumbuh gigi. Untuk mengatasinya, berikan bayi Anda mainan yang nyaman untuk ‘dikunyah’. Anda juga dapat memijat gusi bayi dengan jari-jari Anda untuk meringankan rasa sakit.

Untuk tahap selanjutnya segeralah hubungi dokter atau pergi ke puskesmas terdekat untuk di berikan pertolongan lanjutan, jagan anggap remeh penyakit satu ini, karena diare juga bisa menimbulkan kematian pada bayi.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa?

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa? Tak perlu khawatir, asalkan kedua orang tua tetap kompak dalam menerapkan nilai-nilai dan disiplin pada anak.
"Walau saya sudah ngomel-ngomel untuk melarangnya, dia tetap saja melakukannya, seolah tak memperhatikan dan tak dengar. Lain hal kalau ayahnya yang melarang, baru, deh, didengar. Bahkan sampai menangis segala mungkin karena anak takut pada ayahnya," ungkap seorang ibu perihal putrinya yang berusia 2 tahun dan tak pernah "takut" padanya.

Pengalaman ini rasanya tak asing bagi kaum ibu yang punya anak batita, bukan? Walau kita marah habis-habisan, tapi, kok, anak adem-ayem saja alias tak ada takutnya. Lain hal jika sama ayahnya, baru diperingati sedikit saja atau baru sekali saja diperingati, anak bisa langsung diam, kadang menekukkan wajahnya mungkin karena takut pada ayah .

Memang, menurut Dra. Risa Kolopaking dari Fakultas Psikologi UI, umumnya anak takut pada ayah. "Seharusnya, sih, anak tidak takut pada ayah dan ibunya, ataupun pada salah satu orang tuanya, karena takut ini menyeramkan buat anak." Selain itu, jika anak takut pada salah satu orang tua, maka akibatnya anak pun hanya bisa dekat pada salah satu orang tua saja, entah ayah atau ibunya saja.

Anak juga tak mendapat kesempatan yang sama atau seimbang untuk belajar dari jenis kelamin yang berbeda. "Memang anak juga bisa belajar peran dari orang di luar rumah, tapi alangkah baiknya kalau kesempatan itu datangnya dari dalam rumah, yaitu dari ibu dan ayahnya sendiri." Karena bagaimanapun, bila orang tua punya peran yang seimbang, anak akan lebih banyak belajar dalam kehidupannya. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialisasi yang baik dalam kehidupan bermasyarakatnya kelak, misalnya dalam hubungan sosial dengan lawan jenis.

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK
Anak takut pada ayahnya, terang Risa, adakalanya dalam situasi tertentu saja, misal kalau ayahnha marah. "Tapi kalau dalam kondisi biasa saja, rata-rata anak tidak takut." Takutnya bisa karena suara si ayah yang sedang marah dengan suara keras, pun kala melarangnya, "Awas, tidak boleh!" Sebab, suara keras akan membuat anak kaget, ciut perasaannya, dan akhirnya takut, meski mungkin saja sebenarnya dia pun tak terpikir akan diapa-apakan.

Maka itu, kalau orang tua hendak melarang sesuatu pada anak, saran Risa, tak perlu dengan suara keras dan marah-marah. "Bisa gunakan dengan kelembutan dan dengan tetap memberinya penjelasan, 'Jangan main air, ya, De. Kamu, kan, sudah mandi, nanti bajunya basah lagi', misal."
Selain itu, takutnya anak pada salah satu orang tua juga bisa karena pola pengasuhan dari orang tua itu sendiri. Bisa saja orang tuanya bersikap otoriter dalam menerapkan aturan dan disiplin, sehingga anak takut pada kedua orang tuanya atau pada salah satu misalnya pada ayah atau ibunya. "Umumnya, anak takut pada tipe orang tua yang bersikap otoriter. Orang tua bersikap sangat berkuasa, kehendaknya harus dituruti tanpa memahami keinginan dan kebutuhan si anak, hal ini kadang membuat ciut yang menjadi penyebab anak takut."

Sebetulnya, papar Risa, orang tua tak perlu bersikap otoriter dalam hal menerapkan disiplin atau aturan. Tapi sebaiknya lebih pada pendekatan terhadap si anak. "Sebab, setiap anak berbeda, sehingga menghadapinya juga harus berbeda pula. Ada yang harus dihadapi dengan lembut dan ada yang harus dengan sedikit keras. Tapi pada intinya, anak itu kalau sudah diberi penjelasan, mana yang boleh dan tidak, dan diberitahu alasannya, mereka pun akan belajar sesuatu dan mengerti, kok."
Memang, kadang ada anak yang mengerti seketika itu juga akan apa yang kita harapkan untuk dikerjakan, tapi ada pula yang mengerti dan hanya sekadar masuk telinganya dan jadi pengetahuannya saja, tapi tidak dia lakukan saat itu. "Jadi, kalau dikatakan tak boleh, dia tetap saja melakukan hal itu.

Sebenarnya, untuk masalah kontrol ini, papar Risa, bisa kita berlakukan reward dan punishment. "Bila anak melakukan seperti yang kita harapkan, kita beri dia hadiah berupa pujian atau dukungan." Sebaliknya, bila ia tak melakukan apa yang kita harapkan, terapkan punishment. Hanya saja, jangan berupa hukuman fisik, tapi lebih ke arah mengurangi kesenangannya.

PERAN JENIS KELAMIN ORANG TUA
Peran jenis kelamin orang tua juga sangat berpengaruh pada rasa takut anak. Ayah umumnya bersikap tegas dibanding ibu yang biasanya bisa lebih longgar. Walaupun mungkin ibu lebih banyak melarang dibanding ayah, misal dalam hal disiplin, tapi kalau ayahnya yang melarang sesuatu, alasannya selalu tepat dan jelas, sehingga anak tahu kalau yang dia perbuat itu salah dan tiddak membuat anak takut. Dengan demikian, begitu ayahnya memberitahunya, melarangnya, hal itu masuk ke dalam hatinya. Ia jadi takut kalau salah.
Kalau pada ibu, karena anak merasa dekat, maka ia pun bisa lebih bernegosiasi. Harus diingat pula bahwa pada tahap-tahap tertentu, kedekatan anak terhadap ibu masih sangat besar, walau peran ayah juga penting, tapi mungkin tidak utama. Jadi, kalau dimarahi atau dinasehati ibu, dia pun seolah tidak mendengar. Bahkan bisa jadi dia malah mengatakan, "Sebentar lagi, ya, Bunda," atau kalimat merayu lainnya. "Itu, kan, pertanda ia melakukan bargaining." Juga, anak berani untuk mengungkapkan sesuatu. "Sebenarnya ibu pun bisa menggunakan ini sebagai senjata untuk membuka komunikasi dengan anak, misal, 'Iya, boleh, tapi sebentar saja, ya, main airnya. Ibu beri waktu 5 menit lagi.'"

Hubungan antara orang tua dan anak pun ada pengaruhnya pada rasa takut anak. Misal, pada anak perempuan, ada sisi-sisi tertentu dari ayah yang bisa membuatnya merasa nyaman dan senang. Mungkin dalam hal bermain. Kadang ibu banyak urusan rumah tangga sehingga kesempatan bermain dengan anak lebih sedikit, sementara ayah mungkin urusan rumahnya tidak sebanyak ibu sehingga kesempatan bermain bersama anak lebih banyak. Ada hal-hal yang menyenangkan bagi anak dari ayahnya. "Bisa saja anak takut salah atau takut tidak disayang oleh ayahnya lagi ketika si ayah yang disenanginya itu melarangnya."

Bukan itu saja, terang Risa, setiap orang tua pun berbeda-beda. Ada orang tua yang tak senang dengan anak kecil, tak sabaran dan merasa kesal kalau anaknya bermain dan menumpahkan sesuatu, tapi ada juga yang sebaliknya, penuh kesabaran. "Nah, sifat-sifat orang tua juga berpengaruh pada anak." Jadi, kalau ayahnya melarang, dia akan mendengar karena ayahnya selalu sabar menjelaskannya. "Jangan main air dulu, ya, tapi makan dulu. Biar kamu tak kedinginan dan sakit perut," misalnya. Sehingga anak paham betul bahwa main air tak boleh karena apa. Lain hal dengan ibunya yang tak sabaran, belum apa-apa sudah teriak-teriak, tanpa menjelaskan penyebab tak bolehnya, juga tidak memahami maksud si anak, sehingga anak pun menentang duluan. Dia akan berpikir, "Pasti, nih, apa yang aku buat selalu tidak boleh, dilarang terus." Sehingga larangan atau omelan si ibu pun akhirnya hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Sebenarnya, papar Risa, ada baiknya juga ayahlah yang ditakuti anak. Justru harus hati-hati bila yang ditakuti adalah ibunya. "Karena kalau ia takut pada ibu, maka ada kemungkinan ia tak dekat dengan ibunya. Padahal seharusnya anak pada masa batita itu lebih dekat dengan orang tua perempuan. Masa-masa batita dan balita, sebenarnya peran ibu masih lebih kuat dan dibutuhkan. Kalau sampai ibunya ditakuti, biasanya akan ada kehilangan sesuatu dalam perkembangan kejiwaannya."

AYAH DAN IBU HARUS KOMPAK MENDIDIK ANAK
Yang jelas, jika salah satu orang tua merasa kesulitan karena anaknya tak bisa diberitahu, misalnya, saran Risa, orang tua perlu introspeksi diri apa yang menyebabkan si anak hanya takut pada salah satu orang tuanya saja.
Sebaiknya pula, kedua orang tua jangan saling membandingkan. "Memang terkadang ada kebanggaan tersendiri pada diri orang tua, misal ayahnya, kalau anak lebih mendengar dirinya. Nah, hal seperti itu sebaiknya jangan diperlihatkan di depan anak. Biarkan anak tahu bahwa antara ayah dan ibu setara. Mereka punya kesamaan hal untuk melarangnya." Walaupun demikian, pesan Risa, orang tua juga jangan asal melarang anak. Melainkan harus menjelaskan, apa, sih, yang menyebabkannya tidak boleh? Jadi, pelarangan itu ada keterangannya sehingga si anak pun paham.
Jika si ibu membuat keputusan, sebaiknya ayah membantu si ibu. Ketika si ibu melarang sesuatu atau marah pada anak, "Kamu tak boleh itu!", maka ayah pun harus mendukung si ibu, "Sudahlah, De, kan kata Ibu juga tidak boleh." Jadi anak pun tahu kalau baik ayah maupun ibunya tak suka.

Boleh juga daripada capek-capek, lalu si ibu menyerahkan pada ayahnya, misal, "Nih, Yah, anaknya susah diberitahu." Hal ini boleh-boleh saja selama ayah dan ibu kompak dalam menerapkan suatu disiplin. Jadi, ibu ada komunikasi dengan ayah untuk mendisiplinkan si anak. Hanya saja, sambungnya, seringkali yang terjadi ayah dan ibu tak kompakan.

Padahal dengan kompak, maka ada peran yang seimbang antara kedua orang tua, sehingga anak pun bisa belajar untuk kehidupannya. "Kalau anak cukup mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, lingkungannya juga baik dan benar secara seimbang, maka anak pun bisa belajar dari situ."

Selain itu, dalam hal disiplin pun anak jadi tak bingung, nilai mana yang mau dipilih, karena si orang tua kompak. "Kalau anak bingung, akibatnya anak-anak seperti ini bisa jadi tidak percaya diri atau tak acuh sama sekali atau tak bisa disiplin." Bahkan bisa jadi, salah satu orang tua bisa diremehkan. "Anak jadi tahu cara tricky untuk mencari situasi yang menyenangkannya. Misal, dilarang ayahnya, dia pun lari ke ibunya. Jadi dia tidak belajar suatu nilai yang seharusnya dia pelajari, tapi hanya mencari amannya saja."

Sumber: Anak Takut Pada Ayahnya
Dedeh Kurniasih. Iman Dharma (nakita)
http://www.tabloid-nakita.com/

Anak Takut Pada Ayahnya, Kenapa?

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya - Kehadiran si Buah Hati dalam janin sudah tentu menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tubuh Ibu dan sering kali timbul masalah pada ibu hamil seperti mual, muntah, pusing, kaki bengkak, sembelit dan lainnya. Selain bentuk badan yang semakin membesar, masih banyak hal lain yang akan Ibu rasakan.

Berikut ini adalah beberapa masalah pada ibu hamil yang biasa muncul di saat sedang hamil dan cara mengatasinya:

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

1. Pusing pada ibu hamil
Pusing Pada trimester pertama, kebanyakan ibu akan mengalaminya disertai rasa mual ketika hamil. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon. Pusing pada timester pertama semacam ini tak akan lama dan akan hilang dengan sendirinya.
Maka sebaiknya Ibu hamil tak usah minum obat, cukup dengan beristirahat atau berbaring di tempat tidur. Meski demikian ada kemungkinan pusing Ibu hamil alami disebabkan oleh alasan lain, misalnya karena flu.

Cara mengatasinya, Ibu bisa minum obat flu yang sangat ringan. Pusing juga disebabkan oleh problem emosional, ketegangan atau kelelahan. Selama ibu hamil masih mampu mengatasinya dengan istirahat, Ibu tidak perlu minum obat. Namun bila sangat mengganggu apalagi disertai dengan perubahan penglihatan, misalnya kunang-kunang atau seakan-akan ada kilatan cahaya, berkonsultasilah ke dokter.
 
2. Kaki bengkak pada ibu hamil
Pada bulan-bulan terakhir usia kehamilan, volume darah meningkat sehingga kadang-kadang terlihat tanda-tanda tekanan darah tinggi yang salah satunya adalah kaki bengkak saat hamil.

Cara mengatasinya: Kurangi makan garam dan sering-seringlah beristirahat. Saat kaki bengkak, luruskan dan angkat kaki agak ke atas
 
3. Mual dan muntah ketika hamil
Orang sering menyebutnya "morning sickness" karena masalah mual dan muntah ini biasanya dialami pada ibu hamil saat pagi hari, saat perut masih kosong. Namun tak jarang pula munculnya siang maupun malam hari. Kelihatannya memang aneh, sebab hanya karena bau sabun, pasta gigi atau minyak wangi, ibu bisa mual dan muntah-muntah. Bahkan kadang-kadang makanan yang dulu menjadi favorit kini disingkirkan karena tak tahan aromanya. Sudah menjadi kodrat alam, tak ada obat khusus yang dapat mencegah muntah dan mual ini.

Cara mengatasinya : Untuk mengurangi rasa mual, Ibu hamil bisa makan makanan kecil ketika bangun tidur. Ibu juga dianjurkan lebih sering minum air putih. Biasanya keluhan ini akan menghilang pada akhir bulan ke 4 usia kehamilan.
 
4. Sembelit saat hamil
Kemungkinan terjadinya masalah sembelit pada ibu hamil sebenarnya dimulai saat awal kehamilan, sebab hormon progesteron pada waktu hamil menyebabkan relaksasi usus. Hal ini mengakibatkan daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan menumpuk dan terjadilah sembelit.
Sembelit juga disebabkan oleh kandungan zat besi pada tablet yang ibu konsumsi, atau oleh kebiasaan suka menahan buang air besar.

Cara mengatasinya, perbanyaklah memakan sayuran dan buah-buahan yang berserat. Ibu hamil harus mendisplinkan diri agar teratur ke belakang setiap hari. Satu lagi yang penting, minumlah air putih minimal dua liter setiap hari.

Nah itulah beberapa masalah pada ibu hamil dan cara mengatasinya, jika terjadi sesuatu yang lebih serius segera konsultasikan ke dokter kandungan anda. Semoga bermanfaat..

4 Masalah Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya